ArenaLTE.com – Tiga operator besar yaitu Telkomsel, Indosat Ooredoo, dan XL Axiata bergabung dengan proyek Loon untuk menyediakan akses internet di Indonesia. Namun, hal tersebut tidak membuat Smartfren ikut tergoda bergabung dalam pengembangan proyek tersebut, lalu apa alasannya?

Smartfren yakin dan percaya bahwa sudah cukup mandiri dan menjadi lead, dalam membangun infrastruktur jaringan internet di Tanah Air. “Untuk LTE sendiri kita sudah cukup menjadi lead, namun jika ditanya untuk rural area dan kerjasama dengan pihak lain, kami sebenarnya ada yakni dengan PSN. Pengadaan internet dengan menggunakan satelit,” jelas Munir Syahda Prabowo, VP Special Project Network Smartfren kepada ArenaLTE.com.

Namun demikian, jika dilihat dari sudut pandang komersial bisnis, Munir menjelaskan hal itu bisa kita lakukan dan memang menjadi master plan perusahaan. Karena pembangunan internet di daerah tertentu ke depannya, Smartfren sudah bekerja sama dengan PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN). Sehingga kehadiran Proyek Loon di Indonesia dianggap bukan ancaman bisnis perusahaan.

Smartfren menelepon dengan VoLTE

“Hal ini akan membuat bisnis di jaringan ini semarak, dan itu adalah sebuah tantangan bagi perusahaan untuk menjadi lebih baik,” tambah Munir. Meski demikian, dirinya menyayangkan bahwa tidak ada kerja sama yang baik, dalam hal ini dengan Google. Pasalnya, perusahaan internet ini tidak memberikan keuntungan banyak pada perusahaan, meski akses pelanggan ke Google lewat jaringannya namun hal itu kecil dan keuntungan iklan tidak didapatkan perusahaan.

Lelaki yang bertanggung jawab terhadap jaringan Smartfren ini menuturkan bahwa seharusnya memang jika berbisnis harus ada kejelasan atau keterbukaan. Jangan hanya salah satu pihak saja yang diuntungkan, orang banyak yang gunakan Google namun infrastruktur disediakan bukan olehnya namun larinya iklan maupun pendapatan langsung ke Google.

Regulasi

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), diharapkan menetapkan regulasi yang tepat bagi para perusahaan Over-the Top (OTT) luar. Keputusan perundangan yang proporsional diharapkan oleh Smartfren, bisa membantu kelangsungan hidup industri telekomunikasi di Tanah Air yang tidak serta merta dikuasai asing.

“Kalau sesuatu asing masuk ke sini tanpa ada aturan, kita bisa despure karena Pemerintah adalah gateway dari keberlangsungan bisnis di Tanah Air. Pemerintah disini sebagai regulator, jadi mereka tau apa yang harus dilakukan. Jika berbicara bisnis kita akan lihat aturan mainnya dulu dari regulator, jika tidak ada maka akan repot berbicara karena tidak ada pegangannya,”

Munir juga menjelaskan, perusahaan yakin bisa menarik minat lokal karena ada percaya terhadap teknologi yang dihadirkannya lebih bermanfaat.