ArenaLTE.com – Sebuah aplikasi baru yang dikembangkan di Binghamton University dan State University of New York di Amerika Serikat, yakni StoArranger dikabarkan mampu meningkatkan kinerja smartphone untuk menyimpan data di cloud storage. Selama ini kemampuan komputasi dan penyipanan data di smartphone masih terbatas, alhasil tumbuh layanan yang menyajikan cloud storage, seperti Dropbox dan Google Drive.

Namun pada kenyataan, dengan beragam aplikasi yang diterbitkan oleh banyak developer cloud storage, pengalaman pengguna belum bisa maksimal dan berjalan mulus. Yang ada justru energi baterai dan konsumsi data sering terkuras habis setiap kali dilakukan sinkronisasi antara smartphone ke sisi server cloud storage, belum lagi bila ada ‘sumbatan’ dari sisi jaringan operator seluler.

Menjawab kasus diatas, Yifin Zhang, asisten profesor ilmu komputer di Binghamton University berhasil memaparkan solusinyua yang terbilang menarik.”Untuk memanfaatkan layanan cloud storage, selama ini kita menggunakan banyak aplikasi yang berbeda dan dikembangkan oleh pengembang yang berbeda pula. Sedangkan pada PC kita cenderung menggunakan aplikasi yang ditawarkan oleh penyedia resmi. Banyaknya aplikasi ini dapat menyebabkan masalah karena kurangnya pengalaman pengguna,” ujar Zhang.

Dikutip dari Cellula-news.com (7/9/2016),Zhang dan tim penelit mengembangkan apa yang disebut sebagai StoArranger, yaity layanan untuk mencegat, mengkoordinasikan dan mengoptimalkan permintaan yang dibuat oleh aplikasi mobile dan layanan cloud storage. StoArranger bekerja sebagai “sistem middleware,” sehingga tidak ada perubahan untuk pengelolaan aplikasi di perangkat Android atau iOS. Aplikasi ini hanya meningkatkan kinerja perangkat dan jaringan secara keseluruhan.

Zhang menyebut pada dasarnya StoArranger mengambil permintaan cloud storage, baik untuk meng-upload file atau membuka file untuk di edit. Kesemua langkah ini dipercaya dapat menghemat daya pada smartphobne, dan akselerasi yang lebih baik. Rencananya Zhang akan mengembangkan aplikasi ini untuk keperluan umum. “Kami berusaha untuk memecahkan masalah tanpa mengubah sistem operasi atau aplikasi yang sudag ada. Idenya membuat solusi ini cukup praktis dan terukur untuk pengguna smartphone kebanyakan,” papar Zhang.