ArenaLTE.com – Industri telekomunikasi kembali memanas. Pasalnya, beredar foto di media sosial dengan spanduk Indosat Ooredoo yang langsung menyerang tarif mahal Telkomsel. Namun bukan tanpa maksud, operator ini ternyata memiliki alasan atas spanduk tarif yang dianggap melecehkan tarif mahal Telkomsel tersebut.

Saat dikonfirmasi ArenaLTE.com, Alexander Rusli, Chief Executive Officer Indosat Ooredoo, menyatakan bahwa sebenarnya hal itu bukanlah iklan. ”Itu betul (foto pelanggan dengan spanduk Indosat yang menyindir Telkomsel –red), tetapi bukan iklan. Melainkan sebagai bagian dari kampanye Below the Line yang sedang dijalankan,” jelas Alex.

indosat sindir telkomsel 1
Spanduk Indosat Ooredoo yang menyerang tarif mahal Telkomsel

Seperti diketahui Below the Line (BTL) adalah aktivitas marketing atau promosi yang dilakukan di tingkat retail/ konsumen dengan tujuan untuk merangkul konsumen itu sendiri, sehingga mereka aware atau mengerti dengan produk yang sedang dijual perusahaan.

Kampanye yang digaungkan Indosat Ooredoo adalah tentang pernyataan biaya tarif yang diberlakukan sebagai paket menelfon Rp 1 untuk IM3 Ooredo ke semua operator. Di media sosial, anak perusahaan Ooredoo (Qatar) ini menggunakan tagar #BuktikanRp1 untuk mendukung aktivitas kampanyenya.

Pada paket tarif menelepon Rp 1 tersebut, dikatakan berlaku untuk semua operator (all net), jauh dari biaya yang ditetap operator lain dan juga biaya standar tarif ritel yang telah ditetapkan yakni Rp 1.500 – Rp 2.000. Pun demikian, bukan berarti bahwa pemberlakuan tarif ini sekadar sebagai mendongkrak nama perusahaan belaka, tetapi bagian dari subsidi.

“Ini adalah cross subsidi, karena on net tidak gratis. Naik saja tidak banyak paling hanya Rp 1. Ini juga bukan produknya yang dianggap perang, tapi kegiatan di lapangan yang caranya dianggap buat perang,” jelas Alex.
BACA: Dituduh Lakukan Praktik Monopoli, Ini Jawaban Telkomsel

Reaksi Persaingan Tidak Sehat

Indosat TelkomselIa juga menuturkan bahwa kampanye itu sebenarnya adalah sebagai bagian dari reaksi perusahaan, terutama atas persaingan yang dianggap tidak sehat di pasar. “Tapi ini bentuk komunikasi kita bahwa dengan Telkomsel selalu dilindungi regulasi. Mereka selalu lobi dan jegal semua proposal perubahan regulasi sehingga tidak ada environment kompetisi yang fair,” ungkap Alex.

Bahkan disebutkannya pernah ada tindakan dari karyawan Telkomsel yang mencoba untuk menghilangkan peredaran kartu Indosat Ooredoo dari pasar, sehingga kartu yang ada dalam outlet di beli habis untuk ditahan.

Dirinya menyesalkan akan tindakan yang dilakukan dalam persaingan yang tidak sehat tersebut, bahkan penekanan itu juga dilakukan Telkomsel dengan mendorong agar tidak ada biaya interkoneksi turun.

Dalam pesan singkatnya, Alex Rusli juga menampilkan jajaran foto dan broadcast pesan tentang strategi penjegalan yang dilakukan Telkomsel ke Indosat
WhatsApp-Image-20160617

”Kartu yang mereka borong kartu siapa, sekarang mereka dorong hak mau interkoneksi turun menolak netco, semua dijegal dan belum lagi sindiran hebat mereka. Saking sombongnya mereka foto-foto dan sebar,” pungkasnya.