ArenaLTE.com – Qualcomm secara resmi memperkenalkan inovasi teknologi terbaru mereka yang pernah dihadirkan pada ajang LTE Summit Hongkong beberapa waktu lalu. Salah satu andalannya yaitu upgrade X12 LTE Modem yang terintegrasi dalam prosesor paling advance yang pernah dibuat Qualcomm yaitu Qualcomm Snapdragon 820. Prosesor Qualcomm Snapdragon 820 sendiri terdiri dari berbagai modul komponen pendukung dalam sebuah SoC sehingga dapat bekerja lebih efisien termasuk kemampuannya mendukung agregasi jaringan LTE dengan LTE-Unlicensed (LTE-U).

Beberapa modul komponen tersebut diantaranya yaitu Central Processing Unit (CPU) Kryo, yang merupakan inti chipset Snapdragon 820 dengan kemampuan dua kali lebih cepat dan dua kali lebih hemat energi. Qualcomm juga menjelaskan bahwa kemampuan tersebut diperoleh dari teknologi manufaktur 14 nanometer FinFET dan sebuah modifikasi pada CPU 64 bit. Chipset ini juga menggunakan teknologi heterogenous computing sehingga beban kinerja bisa diintegrasikan dengan modul komponen lain yaitu prosesor grafis (GPU) Adreno 350, prosesor digital signal (Hexagon 680), dan prosesor imaging (Spectra).

Baca Juga : Qualcomm Snapdragon 820, Si Monster Ultra Cepat

Upgrade X12 LTE modem dalam prosesor Qualcomm Snapdragon 820 sendiri menghadirkan berbagai inovasi konektifitas dan konversi teknologi antara LTE dengan LTE over WiFi. Seperti diantaranya yaitu dukungan kecepatan akses LTE Advance dengan Cat 12 untuk downlink yang mampu mencapai kecepatan hingga 600 Mbps dan Cat 13 untuk uplink dengan kecepatan hingga 150 Mbps. Dukungan Wifi Triband yaitu 2.4 Ghz, 5 Ghz dan 60 Ghz, Zeroth platform teknologi dan yang terbaru yaitu kemampuannya mendukung LTE-Unlicensed (LTE-U) juga LTE dan Wi-Fi Link Aggregation (LWA).

Shannedy Ong, Country Director Qualcomm Indonesia ketika menjelaskan inovasi terbaru Qualcomm di Intercontinental Hotel MidPlaza, Jakarta (06/10/2015) mengungkapkan bahwa teknologi modem LTE X12 dan Qualcomm Snapdragon 820 ini akan menjadi prosesor paling advance dari Qualcomm di tahun 2016 nanti. “Hingga saat ini belum ada kompetitor lain yang sampai ke tahap ini, “ tegasnya.

 LTE-Unlicensed (LTE-U)
Shannedy Ong, Country Director Qualcomm untuk Indonesia.

Agregasi LTE Dengan LTE-Unlicensed (LTE-U)

Kedepannya nanti, perkembangan teknologi jaringan LTE akan memungkinkan terjadinya konvergensi canggih antara LTE dan Wi-Fi, serta spektrum berlisensi (LTE Licensed) dan tidak berlisensi (LTE-Unlicensed (LTE-U)). Upgrade X12 LTE modem menjadikan prosesor Qualcomm Snapdragon 820 sebagai prosesor perangkat mobile komersil pertama yang menawarkan dukungan LTE-Unlicensed (LTE-U) yang komprehensif, sehingga dapat meningkatkan kapasitas jaringan mobile dan throughput pengguna dengan menggabungkan antara pita LTE berlisensi dan tanpa lisensi LTE-Unlicensed (LTE-U).

Inovasi lain yaitu LTE dan Wi-Fi Link Aggregation (LWA). LWA merupakan metode lain untuk penggabungan dan agregasi spektrum berlisensi (LTE) dan LTE-Unlicensed (LTE-U) yaitu WiFi. Sehingga memungkinkan operator untuk dapat memanfaatkan infrastruktur Wi-Fi guna menambah kapasitas jaringan LTE berlisensi dengan kapasitas spektrum tanpa lisensi.

Shannedy menjelaskan bahwa agregasi antara LTE dan Wifi ini dapat meningkatkan kapasitas hingga dua kali lipat dibandingkan dengan WiFi itu sendiri. Dari sisi pengguna juga akan merasakan koneksi yang jauh lebih cepat dan lebih baik.

Hadirnya Zeroth Platform teknologi dalam X12 LTE modem juga menjadikan prosesor Qualcomm Snapdragon 820 memiliki kemampuan untuk menikmati berbagai layanan terbaru dari jaringan LTE diantaranya yaitu mendukung layanan panggilan HD Voice over LTE (VoLTE), layanan Video over LTE (ViLTE) menggunakan IP Multimedia Subsystem, layanan RCS (Rich Communication Services) hingga layanan WiFi Calling.

Ketika ditanyakan mengenai penerapan layanan agregasi antara jaringan LTE dan LTE-U (WiFi) di Indonesia, Shannedy menerangkan bahwa memang di Indonesia belum ada penerapan teknologi ini. “Namun jika ada kerjasama antara device yang sudah support layanan ini dan operator menyiapkan layanannya sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai kelebihan dari layanan ini, saya yakin penerapan teknologi baru ini akan meningkatkan pengalaman pengguna menikmati layanan LTE dengan lebih baik,” pungkasnya.

Comments

  1. […] Kemampuan lain yang dimiliki Qualcomm Quick Charge 3.0 yaitu fleksibilitas terhadap tegangan listrik. Jika Quick Charge 2.0 menawarkan empat pilihan pengisian pada tingkat tegangan di 5V, 9V, 12V and 20V, Qualcomm Quick Charge 3.0 menyediakan fleksibilitas melalui peningkatan sebesar 200mV secara bertahap dimulai dari 3.6V hingga 20V. Ini memungkinkan smartphone untuk mendapatkan tingkat arus tegangan listrik yang sesuai sehingga tranfer daya dan penurunan power lebih optimal. Baca: Qualcomm Snapdragon 820 Bisa Agregasi Jaringan LTE Dengan LTE-Unlicensed (LTE-U) […]

  2. […] Sementara di lain pihak, LTE Unlicensed kehadirannya mendapat sokongan penuh dari Qualcomm, Verizon, Alcatel-Lucent, Ericsson, dan Samsung. LTE Unlicensed adalah salah satu teknologi yang dibenamkan Qualcomm di chip modem X12. Cristiano Amon, Executive VP & Co-President Qualcomm mengatakan bahwa Qualcomm melihat bagaimana dua teknologi itu (WiFi dan LTE) bisa bekerja secara beriringan demi memberikan user experience yang lebih baik. Hasil tes Qualcomm menunjukkan bahwa LTE-U bisa jadi pasangan yang lebih baik bagi WiFi dalam hal kecepetan akses ketimbang WiFi itu sendiri. Baca: Qualcomm Snapdragon 820 Bisa Agregasi Jaringan LTE Dengan LTE-Unlicensed (LTE-U) […]