ArenaLTE.com – Bagi kita, dalam keseharian rasanya SMS (Short Message Service) serasa kian tenggelam. Dengan hadirnya aplikasi instant messaging seperti WhatsApp dan BBM (Blackberry Messsenger), LINE, dan WeChat, seolah layanan pesan singkat melalui teks ini hanya digunakan bila kepepet saja.

Meski pasar secara global mengalami penurunan, namun SMS tetap punya pasar tersendiri, salah satunya di segmen korporat. Layanan ini masih dipandang sebagai jurus yang manjur, seperti misalnya SMS broadcast yang digunakan unruk menyebar informasi dan promo.

Operator seluler jelas pihak yang paling berkepentingan pada eksistensi SMS. Maklum layanan ini sudah melekat sebagai fitur standar. Bahkan dengan kian sepinya lalu lintas berkirim pesan teks, boleh jadi server di SMSC (SMS Centre) jadi kekurangan kapasitas.

perang tarif seluler
Foto ilustrasi: Hendra/ArenaLTE

Oleh sebab itu, operator seluler kian gencar menawarkan jalur broadcast SMS untuk keperluan komersial, agar infrastruktur yang ada dapat di monetasi secara maksimal. Seperti salah satunya dilakukan Telkom, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini dikabarkan telah mengadopsi solusi dari HAUD untuk monetasi SMS Application to Person (A2P). HAUD sendiri adalah perusahaan yang berkantor pusat di Malta.

Dikutip dari situs Telecomasia.net (21/10/2016), selain mendorong monetisasi dengan A2P, HAUD juga memberikan SS7 security managed services untuk menciptakan sumber-sumber pendapatan baru dan meningkatkan pengalaman pelanggan.

Secara konkrit, dalam perjanjian kerjasama ini pihak HAUD akan membantu Telkom untuk memitigasi pendapatan yang selama ini hilang dari A2P. Sementara dari sisi pelanggan, HAUD akan menjamin keamanan dan privasi dari pesan yang terkirim.

Lewat pendekatan revenue-as-a-Service, Haud akan mengelola seluruh proses monetasi A2P. Termasuk identifikasi lalu lintas dan pemblokianr, untuk pengalihan lalu lintas ke saluran yang dimonetisasi, tanpa memerlukan investasi awal oleh mobile network operator (MNO).

Mengandalkan akses jaringan seluler, HAUD akan membangun modular firewall guna melindungi S7 pada kerentanan keamanan, penipuan, dan SMS spam. Teknologi HAUD juga akan mencegah lalu lintas yang memungkinkan biaya terminasi di jaringan dengan filter yang kuat, menjamin tak adanya pesan berbahaya, dan pengalaman pelanggan dapat diciptakan.

“Revenue-as-a-Service adalah pendekatan baru untuk membantu operator untuk membuat aliran pendapatan baru. Pasar SMS A2P global bernilai miliar dollar, tetapi banyak operator tidak dilengkapi perangkat yang memadai untuk menangani program ini, akibatnya operator kehilangan potensi pendapatan akibat telah mengambil inisiatif,” ujar Mårten Björkman, Senior Vice President HAUD Asia Pacific.