Pada 6 Juli yang lalu, lima operator serentak meluncurkan layanan 4G LTE di Indonesia. Salah satu operator tersebut adalah Smartfren yang merupakan satu-satunya operator CDMA yang menggelar teknologi jaringan generasi keempat. Peluncuran Smartfren 4G LTE mengambil tempat di Batam.

Di semester 2 tahun 2015 ini, operator ini akan terus menggenjot penyebaran layanan 4G LTE. Bahkan, mereka berani menargetkan kehadiran layanan Smartfren 4G LTE di 22 kota besar di Indonesia pada semester 2 ini. Kendati operator CDMA tersebut tak merinci kota yang bakal disambanginya.

Paul Hodges, CEO Smartfren mengatakan telah mengaplikasikan Smartfren 4G LTE dan akan terus mempersiapkan layanan mobile broadband ini di beberapa kota lainnya. “Kami juga telah menyiapkan ekosistem 4G LTE, tak sebatas pada layanan jaringan, tapi juga pada ketersediaan bermacam perangkat bagi pelanggan, yaitu smartphone dan router MiFi 4G LTE yang ditawarkan dengan harga  terjangkau,” tandasnya.

Guna memberikan akses ke layanan 4G LTE, Smartfren juga telah menyiapkan lima smartphone Andromax 4G LTE. Kelimanya adalah Smartfren Andromax R, Andromax Q, Andromax Qi, Andromax Ec, dan Andromax Es. Produk ini ternyata mendapat respon yang sangat bagus dari konsumen. Terbukti, setidaknya smartphone 4G LTE Smartfren telah terjual sekitar 80.000 unit. Harga Smartfren Andromax 4G LTE yang terjangkau hanya satu jutaan menjadi salah satu pendorong larisnya perangkat ini, selain fitur dan spesifikasinya yang juga cukup baik.

Selain smartphone Andromax 4G LTE, anak perusahaan Sinar Mas ini juga merilis dua perangkat MiFi (Mobile WiFi) Router dengan kemampuan 4G LTE yakni tipe Andromax M2P dan Andromax M2Y. Kedua MiFi Andromax 4G ini dibanderol dengan harga Rp399.000 dengan keunggulan mampu membagi akses internet hingga ke 32 perangkat.
(Baca juga: SmartCall, Aplikasi VoIP Smartfren dengan Nomor Virtual)

Sementara itu Direktur Smartfren Roberto Saputra mengatakan dalam menggelar layanan 4G LTE ini,  perusahan telah melakukan trial di beberapa lokasi  dan juga mendapatkan SKLO (Sertifikat Kelayakan Operasi). “Kami terus melakukan pengembangan layanan 4G LTE dengan melihat dari segi experience sebelum launching komersil secara nasional agar sesuai dengan standard kualitas yang telah ditetapkan. Kami baru akan benar-benar menggelar commercial launch layanan Smartfren 4G LTE setelah layanan benar-benar siap di konsumen,” pungkas Roberto.