ArenaLTE.com – Memperkuat pasar digital menjadi satu langkah strategis yang diambil Alfamart. Perusahaan waralaba terkemuka tersebut meresmikan situs belanja Alfacart.com, yang merupakan rebranding dari nama sebelumya Alfaonline yang telah dibangunnya sejak 2013. Ada tiga kategori produk baru yang ditambah perusahaan selain dari produk groceries atau kebutuhan pokok yang ada.

Alfacart.com kini menyediakan empat kategori produk baru, seperti groceries, produk lifestyle, gadget dan elektronik, serta produk fashion lainnya. Dengan tranformasi baru ini perusahaan berharap bahwa selain kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi, diharapkan juga bisa menjadi marketplace yang tepat bagi para pengusaha dari beragam skala dan bisnis.

“Didukung lebih dari 7000 gerai fisik yang ada di Indonesia, alfacart.com bertekad inovasi serta kemudahan dalam pembayaran, serta pengantaran barang dan pengambilan barang yang diberikan bisa memberikan kenyamanan kepada pelanggan dapam berbelanja dati manapun,” jelas Catherine Hindra Sutjahyo, Chief Executive Officer Alfacart.com, di Jakarta.

Dirinya menuturkan, meski pertumbuhan penjualan bisnis e-commerce di Tanah Air masih menyumbangkan kontribusi yang kecil kurang dari 1%, namun ada tanda-tanda positif berkaitan dengan kontribusi industri online ini.

“Jumlah pengguna smartphone akan mencapai 74,9 juta di 2017 mendatang, dan jumlah pengguna internet sekira 88,1 juta. Dari keseluruhan jumlah pengakses tersebut, ada sekira 48% nya adalah pengguna internet aktif, sementara 20% pengguna smartphone menggunakannya untuk keperluan online,” tambah Catherine.

Tampilan website Alfacart.com
Tampilan website Alfacart.com

Cara Belanja di Alfacart.com

Perusahaan mengklaim cara belanja yang mudah di situs belanja baru ini. Karena telah memiliki 7.000 gerai fisik yang tersebar di seluruh kota besar di Indonesia. Sehingga sistem pick-up bisa dilakukan di gerai terdekat dari wilayah konsumen.

“Pembeli bisa memilih produk dengan langsung melakukan scanning barcode, kemudian memilih jumlah item. Hal ini sangat berguna ketika persediaan kebutuhan pokok sudah mulai habis, sehingga tidak perlu lagi repot meninggalkan tempat untuk pergi ke toko langsung memilih produk,” tambah Catherine.

Catherine menuturkan, setelah selesai berbelanja, barang tersebut bisa dijemput oleh pembeli di toko online. Namun, ke depannya untuk pihak yang bekerjasama dalam marketplace, pengantaran atau distribusi barang bisa memilih pihak delivery sendiri.