ArenaLTE.com – IFC (International Finance Corporation), lembaga keuangan internasional yang berafiliasi dengan Bank Dunia belum lama ini merilis temuannya tentang mobile money. IFC menyebut bahwa sebagian besar pengguna layanan mobile money jarang menggunakan layanan tersebut. Fenomena ini terlihat nyata di negara-negara berkembang , dimana inklusi keuangan masih menjadi tantangan besar.

Tapi jangan anggap ini temuan yang sifatnya global, IFC melakukan penelitian ini di negara-negara Afrika Berat. Dikutip dari Cellular-news.com, setengah dari pengguna terdaftar layanan mobile money di wilayah ini disebut tidak teratur menggunakan akun mereka. Dan yang menjadi alasan adalah layanan yang dianggap tidak relevan dengan keperluan dan tarif yang dirasa terlalu mahal.

“Jasa keuangan Digital telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, terutama di Sub-Sahara Afrika, yakni dengan memperluas layanan keuangan kepada banyak masyarakat berpenghasilan rendah di pedesaan. Tantangan saat ini adalah untuk membuat produk dan layanan mobile money yang dapat ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan spesifik pelanggan baru, ” David Crush, IFC Program Manager for the Partnership for Financial Inclusion.

Laporan penelitian ini digarap bersama antara IFC dan The MasterCard Foundation untuk memperluas pasar keuangan mikro dan memajukan jasa keuangan digital di Sub-Sahara Afrika untuk membantu mencapai Universal Financial Access global pada tahun 2020.
Baca juga: BBM Money Permudah Transaksi Keuangan Berkat Integrasi PayPal

Laporan tersebut membuat sejumlah rekomendasi berdasarkan temuan penelitian. Termasuk kebutuhan untuk menjaga harga dari jasa keuangan digital pada masyarakat berpenghasilan rendah, menawarkan berbagai produk dan jasa yang melayani pelanggan dengan pendapatan yang tidak teratur, dan untuk memastikan pendidikan yang baik bagi pelanggan.