ArenaLTE.com – Samsung Electronics mengumumkan hasil keuangan untuk kuartal kedua yang berakhir pada 30 Juni, 2016. Pendapatan Samsung untuk kuartal ini ialah KRW 50,95 triliun, meningkat sebanyak KRW 2,40 triliun dari periode yang sama pada tahun lalu. Sedangkan laba operasional untuk kuartal kedua tercatat sebesar KRW 8,14 triliun, meningkat sebanyak KRW 1,24 triliun dari periode yang sama.

Kuartal kedua menunjukkan sebuah pertumbuhan pendapatan yang signifikan yang dihasilkan oleh performa kerja yang kuat baik di bisnis perangkat dan komponen. Pendapatan keseluruhan meningkat pertahun ataupun per kuartal karena peningkatan penjualan yang terus menerus dari produk premium.

Divisi IT and Mobile Communications menunjukkan peningkatan pendapatan substansial yang dihasilkan dari pengembangan penjual produk andalan seperti Galaxy S7 dan S7 Edge. Jajaran produk ponsel pintar untuk kelas menengah ke bawah pun berkontribusi untuk meningkatkan profitabilitas. Laba operasi dari Divisi IM adalah KRW 4,32 triliun.

Divisi Consumer Electronics (CE) meraih pendapatan yang signifikan dibandingkan dari tahun lalu yang diraih dari penjualan kuat beberapa jajaran produk premium seperti Televisi SUHD, Kulkas, mesin cuci AddWasher dan pendingin ruangan terbaru.

Bisnis komponen menunjukkan kinerja yang solid meskipun pendapatan keseluruhan menurun dibandingkan tahun lalu dikarenakan penurunan ASP di Industri. Pendapatan untuk segmen panel layar meningkat dibandingkan kuartal lalu yang dihasilkan dari peningkatan utilitas panel OLED dan penjualan yang stabil dari panel LED. Permintaan untuk komponen semi-konduktor yang digunakan pada perangkat mobile dan SSD meningkat dan menyebabkan perusahaan mengalami pertumbuhan yang solid terutama dari beberapa produk yang berbeda-beda seperti 20-nanometer DRAM, V-NAND, dan 14-nanometer mobile AP.

Perusahaan memperkirakan bahwa kuatnya nilai mata uang Korea, Won, dibandingkan mata uang utama lainnya pada kuartal kedua menyebabkan pengaruh negatif pada laba operasional sekitar KRW 0,3 triliun, yang tercermin terutama pada pendapatan bisnis komponen.

Melihat ke pertengahan kedua dari tahun 2016, perusahaan mengharapkan keberlanjutan dari kinerja yang solid dibandingkan dari pertengahan pertama, terutama didorong oleh peningkatan pendapatan dalam bisnis komponen akibat dari pertumbuhan penjualan produk-produk dengan nilai tambah yang tinggi serta akibat dari kondisi permintaan dan penawaran yang stabil. Bisnis perangkat diperkirakan akan terus mengalami pendapatan yang stabil, yang akan menjadi hasil dari meningkatnya nilai belanja pemasaran yang akan digelontorkan oleh Divisi IM.

Pada kuartal ketiga, perusahaan mengharapkan bisnis komponen untuk mempertahankan kinerja yang solid untuk mengimbangi peningkatan permintaan dan pasokan keping memori dan panel layar LCD serta untuk mendapatkan pendapatan yang stabil dari penjualan panel layar OLED dan sistem LSI. Untuk bisnis perangkat, perusahaan memperkirakan pengeluaran pemasaran untuk divisi IM untuk meningkatkan terutama akibat dari peluncuran produk andalan baru dan persaingan sengit di industri. Sementara itu, permintaan pasar yang lemah secara musiman akan berdampak kepada bisnis CE.

Belanja modal (CAPEX) untuk kuartal kedua adalah KRW 4,2 triliun, yang meliputi KRW 2 triliun untuk bisnis Semi-konduktor dan KRW 1,6 triliun untuk bisnis panel layar. Total akumulasi CAPEX untuk semester pertama adalah KRW 8,8 triliun.

Rencana tahunan untuk CAPEX belum dikonfirmasi tetapi diproyeksikan meningkat sedikit dibandingkan tahun lalu. CAPEX tahun ini akan terkonsentrasi pada kapasitas produksi OLED dan V-NAND sebagai reaksi perusahaan dalam melihat permintaan pasar yang kuat untuk panel OLED untuk ponsel pintar dan V-NAND SSD.