ArenaLTE.com – Awan mendung kini sedang menggelayuti ribuan karyawan Ericsson di Swedia. Pasalnya vendor jaringan yang merajai pasar radio access network ini akan melakukan pengurangan 3.000 karyawan di Swedia. Dan guna mengantisipasi gejolak, rencana pemangkasan ribuan karyawan Ericsson ini telah disampaikan kepada pemerintah.

Mengutip sumber dari Ericsson.com (4/10/2016), bulan April lalu, manufaktur peralatan telekomunikasi tersebut telah menyampaikan akan melakukan perombakan struktural dengan memperluas biaya global yang mencapai 9 miliar krona (sekitar Rp13,6 triliun). Program penghematan untuk meningkatkan efisiensi dan pertumbuhan.

Ericsson secara global kini mempekerjakan sekitar 116.000 karyawan di seluruh dunia, termasuk 15.000 pekerja di Swedia. Mereka berencana mengakhiri produksi di Swedia dengan merumahkan sekitar 3.000 pekerjanya.

Indikasi menurunnya performa Ericsson terus terasa. Terlebih setelah Ericsson memecat CEO Hans Vestberg pada Juli setelah tujuh tahun menjabat. Di bawah kepemimpinannya, perusahaan tersebut kesulitan menghadapi persaingan dari rivalnya Nokia, Siemens dan Alcatel-Lucent. Vendor asal Swedia ini juga sulit mendominasi di pasar kompetitif seperti Eropa dan Amerika Utara.

Kabar kembali dirumahkannya ribuan karyawan Ericsson sebenarnya telah terendus sejak bulan Juli lalu. Pertumbuhan pasar yang terus melambat disebut menjadi alasan untuk memecat ribuan karyawannya dalam beberapa bulan mendatang. Langkah ini terpaksa dilakukan untuk mengurangi biaya produksi.

Dalam laporan keuangan Q1 2016 April lalu, Ericsson gagal mencapai target yang sudah ditetapkan. Perusahaan ini menyalahkan melemahnya kemampuan belanja jaringan di Eropa dan Amerika Latin, dan hal tersebut kemudian akan menyebabkan terjadinya pengurangan biaya tahunan.