ArenaLTE.com – Blackberry akhirnya mengakui jika smartphone Android pertama mereka dibanderol terlalu mahal buat konsumen. Padahal brand perusahaan sudah tidak semoncer dulu. Dengan banderol yang mencapai 700 dolar AS, harga ponsel Blackberry Priv memang sangat mahal buat sebagian kalangan untuk produk yang baru mereka kenal. Pihak Blackberry sendiri sebenarnya membidik kalangan korporat dan pengguna yang berorientasi bisnis.

Dalam sebuah wawancara dengan The National, John Chen, CEO Blackberry mengakui bahwa Blackberry berbasis Android pertama mereka memang dibuat terlalu tinggi buat konsumen. Kini, ia mengakui bahwa pihaknya tengah berencana untuk meluncurkan dua smartphone kelas menengah di 2016.

Satu smartphone dijejali dengan keyboard fisik ala Priv alias masih menjaga gen lawas mereka. Sementara seri lain benar-benar mengadopsi tampilan full touchscreen atau mengikuti tren yang tengah berlaku di pasar saat ini. Diperkirakan versi full touchscreen akan menjadi handset yang lebih murah banderolnya.
Baca: Terus Terseok, BlackBerry Siapkan Senjata Terakhir Priv dengan Versi Murah

Perusahaan mengumumkan bahwa Priv berhasil terjual sekitar 600 ribu unit pada Q1 2016. Sebenarnya masih dibawah prediksi analis yang membidik penjualan bisa mencapai 850 ribu unit. Jika sang vendor ingin terus bermain di arena, mereka harus berkaca kembali pada kesuksesan akhir 2000 silam. Blackberry berhasil mengadopsi ide yang sama dan berbagai strategi untuk melakukan modernisasi sehingga bisa berkompetisi dengan pemain besar di lapangan.

blackberry

Perusahaan nyaris lupa bahwa kesuksesan mereka di 2007-2009 adalah berkat ponsel BlackBerry Curve yang membidik kelas menengah. Curve adalah ponsel yang bisa dipakai oleh semua kalangan dan menjadi perangkat yang sangat populer di AS hingga Indonesia, bahkan masih tetap dipakai sebagian kalangan sampai sekarang.

Bahkan pada tahun-tahun tersebut, vendor memiliki berbagai model yang mewakili kebutuhan berbagai kalangan konsumen. Contohnya Pearl yang merupakan smartphone berorientasi pada sektor multimedia. Ada Curve, lalu ada ponsel BlackBerry Bold yang merupakan versi paling premium.

Bisakah vendor ini meraih kembali kesuksesan mereka dengan merilis seri kelas menengah atau tetap bertahan dengan satu smartphone premium saja? Dalam pasar yang tengah dalam kondisi saturasi dengan berbagai macam smartphone masih ada peluang di kelas menengah. Kalangan yang tidak mau membeli iPhone atau smartphone flagship tentu menyasar segmen tersebut.