ArenaLTE.com – Keberadaan sistem operasi Red Star besutan Korea Utara telah terungkap sejak akhir tahun lalu. Berasal dari negara yang sepak terjangnya pernuh kontroversial, Red Star OS disebut-sebut sebagai platform yang dibangun dari basis Linux.

Tidak seperti OS Windows, iOS dan Android yang dengan bebas dijajakan ke seluruh dunia, Red Star OS resminya tidak tersedia di luar Korea Utara. Hal ini sekiranya bisa dipahami, mengingat Negeri yang dipimpin secara tiran oleh Kim Jong Un ini memang serba membatasi akses komunikasi dan informasi untuk warganya.

Namun dikutip dari Businessinsider ada beberapa peniliti dari Jerman yang berhasil mendapatkan sample Red Star OS dan mengungkapkan apa yang tersembunyi di dalam OS tersebut. Yang mengejutkan adalah soal privasi, ternyata Red Star OS menganut model zero privacy, artinya pengguna atau pengakses internet lewat Red Star akan selalu terpantau dan terdeteksi isi dan alur konten yang diterima dan dikirim. Tidak ada privasi apapun bagi pengguna.

Salah satunya adalah pemberian watermark pada file yang ada di flash drive. Langkah ini dilakuan untuk dapat melacak kemungkinan file dari flash drive tersebut digunakan untuk hal-hal yang dianggap mengancam. Selain itu, Red Star OS juga tidak mengenal modifikasi terhadap sistem. Sebab, tidak hanya pengamanan ekstra di file sistem kunci, namun sistem operasi ini dapat segera melakukan reboot pada  PC jika diketahui ada perubahan di file-filenya.

Pada dasarnya setiap file dalam Red Star OS telah ditandai secara individual. Pemerintah Korea Utara disinyalir dapat melihat persis yang melihat berkas tentang apa saja, modifikasi pada dokumen yang dibuat, dan sebagainya. Bila ada warga yang nencoba menyelundupkan dokumen ke luar negeri? Pemerintah Korea Utara akan tahu.

Berusaha menyembunyikan email atau file dari bos Anda? Pemerintah akan tahu. Bahkan Korea Utara bukan satu-satunya negara membangun OS sendiri. Selama ini Tiongkok juga mengembangkan OS sendiri, bahkan Tiongkok telah mengusulkan membangun smartphone mereka sendiri dan OS smartphone yang mengandalkan sepenuhnya pada pemasok dari dalam negeri.