ArenaLTE.com – Bulan suci Ramadhan selalu diupayakan melakukan hal positif dan menahan segala keinginan buruk, termasuk saat berinternet. Aktivitas online kini telah menjadi satu kegiatan rutin. Namun dengan internet sehat menjadikan seorang bisa jadi lebih cerdas dan terhindar dari dampak negatif.

Menurut Menteri Kominfo Rudiantara, internet cerdas dan sehat adalah bagaimana seorang dapat mengelola dan memanfaatkan teknologi internet secara bijak disesuaikan dengan kebutuhan dan tidak melanggar etika dan kode etik berinternet. Berbagai konten negatif dari penggunaan internet antara lain berupa pornografi, perjudian, penipuan, pencemaran nama baik, cyberbullying dan kejahatan dunia maya lainnya.

ilustrasi infokost

Hal tersebut juga sejalan dengan kampanye yang digalakkan oleh Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) dan para penyelenggara telekomunikasi. Mereka menyatakan mendukung kampanye program internet cerdas dan sehat guna menghindari dampak negatif penggunaan internet yang akhir-akhir ini semakin marak terjadi.

Alexander Rusli, Ketua Umum ATSI menyatakan bahwa sosialisasi yang melibatkan seluruh komponen masyarakat mengenai penggunaan internet yang sehat dan aman serta cerdas perlu dilakukan secara terus menerus sehingga internet memberi dampak yang positif. “Sebenarnya kampanye ini bukan hanya kami lakukan pada bulan Ramadhan, tetapi momen Ramadhan yang banyak mengajarkan menahan hawa nafsu, adalah saat yang tepat untuk mengurangi penggunaan internet yang negatif,” kata Alex.

“Momen Ramadhan di era digital ini, adalah momen tepat untuk mengkampanyekan internet sehat dan cerdas.  Kita ketahui banyak bukti korelasi antara tindakan negatif dan penggunaan internet yang tidak baik seperti pornografi, penipuan dan lain sebagainya.  Bulan Ramadhan ini, ATSI mengajak seluruh pengguna mobile internet untuk menggunakan internet dengan cerdas,” kata Alex.

Indonesia dengan jumlah penduduk mencapai lebih dari 250 juta jiwa,  PDB per kapita  tahun 2014 sebesar Rp 33,9 juta atau USD 2,500 merupakan populasi layanan Facebook ke-4 terbesar di dunia dimana 75% melalui mobile, dan negara Twitter ke-3 di dunia dengan 385 tweet per detik.

Dengan profil digital yang begitu tinggi, timbul resiko dan dampak negatif yang harus dihadapi oleh bangsa Indonesia atas layanan internet apabila pemanfaatan layanan internet tidak dilakukan secara bijak. Untuk menghindari atau meminimalkan dampak negatif dari penggunaan internet, Penyelenggara Telekomunikasi anggota ATSI, akan melakukan kampanye dengan berbagai sarana media,” tambah Alex.

Data dari Kementerian Kominfo menyebutkan bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia pada saat ini mencapai 82 juta orang dan berada pada peringkat ke-8 dunia.  Dari jumlah tersebut, 80 persen diantaranya adalah remaja berusia 15-19 tahun.