ArenaLTE.com – Harus diakui, dibanding operator seluler lainnya Telkomsel yang paling konsisten dalam memperluas jaringan hingga pelosok. Wajar jika muncul stigma di kalangan masyarakat, kalau mau ke luar daerah lebih aman pakai Telkomsel karena sinyalnya ada walau tarif agak mahal. Sejak 2008, mereka memiliki proyek menembus daerah pedesaan, industri terpencil, serta bahari atau yang secara lengkap disebut Proyek Merah Putih Telkomsel.

Hal ini dianggap sejalan dengan upaya upaya mendukung pemerintah dalam memeratakan akses layanan telekomunikasi bagi masyarakat Indonesia. Sehingga mereka berkomitmen untuk terus menggelar infrastruktur jaringan hingga ke pelosok termasuk di wilayah-wilayah berpenduduk yang belum memperoleh akses telekomunikasi.

Bisa dipahami mengapa cuma Telkomsel yang paling konsisten memperluas jaringan hingga daerah pedalaman, karena 65% sahamnya dimiliki oleh BUMN yang merupakan kepanjangan tangan negara. Bisa saja lain cerita jika pemegang sahamnya mayoritas swasta sebagaimana operator seluler lainnya.

Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah mengatakan pihaknya yakin komunikasi merupakan alat yang paling efektif untuk mempersatukan Nusantara. “Sejak awal beroperasi, kami memiliki visi untuk menyatukan Indonesia dengan layanan telekomunikasi agar masyarakat Indonesia bisa saling terhubung kapan pun dan di mana pun,” ujar Ririek.

Lebih lanjut Ririek menambahkan Telkomsel mendengarkan dan memperhatikan bahwa kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah untuk saling berkomunikasi menggunakan layanan telekomunikasi semakin tinggi. “Untuk itu, melalui proyek Merah Putih Telkomsel, kami berupaya melayani dan memberikan solusi agar masyarakat di wilayah-wilayah yang belum terjangkau layanan telekomunikasi bisa menikmati layanan telekomunikasi dengan standar kualitas yang sama dengan wilayah lainnya di seluruh Indonesia,” jelasnya.

BTS_MerahPutih_2Saat ini, Telkomsel memiliki lebih dari 116.000 BTS (base transceiver station) yang melayani lebih dari 95 persen wilayah populasi penduduk Indonesia. Dari angka tersebut, sebanyak 400 BTS yang merupakan bagian dari proyek Merah Putih Telkomsel. Dari jumlah tersebut pula, Telkomsel menginstalasi BTS di 13 kapal Pelni untuk melayani komunikasi di jalur laut. Diungkapkan, dalam waktu dekat mereka akan membangun 40 BTS baru di berbagai wilayah di Indonesia.

 

40 BTS Merah Putih yang akan digelar pada tahun ini tersebar di berbagai wilayah Indonesia, terutama Indonesia bagian timur. 4 BTS berlokasi di Sumatera, 5 BTS di Nusa Tenggara Barat (NTB), 12 BTS di Nusa Tenggara Timur (NTT), 3 BTS di Sulawesi, 6 BTS di Maluku, dan 10 BTS di Papua. 40 BTS baru ini diharapkan mampu melayani kebutuhan komunikasi sekitar 100.000 warga masyarakat di kawasan tersebut yang sebelumnya kesulitan mendapatkan layanan telekomunikasi.

Sebagai negara kepulauan sepanjang seperdelapan bentangan dunia dengan luas 1,9 juta kilometer persegi, Indonesia secara geografis memiliki tantangan tersendiri. Untuk itu, seiring dengan upaya penggelaran jaringan yang umum dilakukan oleh operator seluler, Telkomsel juga terus melakukan inovasi dan integrasi teknologi dalam upaya menghadirkan solusi teknologi yang tepat untuk wilayah-wilayah yang selama ini kesulitan mendapatkan layanan telekomunikasi.

Teknologi seluler yang diimplementasikan dalam proyek Merah Putih Telkomsel adalah rekayasa hasil karya anak bangsa. Para teknisi memanfaatkan teknologi antena Very Small Aperture Terminal-Internet Protocol (VSAT-IP) berbasis satelit ditambah dengan teknologi power supply yang menggunakan solar panel system.

Mereka mengklaim teknologi berkonsep remote solution system ini merupakan yang pertama di Indonesia bahkan di dunia. Model ini dianggap menjadi solusi layanan komunikasi dan informasi yang cocok untuk diterapkan di daerah terpencil dengan infrastruktur sangat terbatas dan kondisi geografis yang ekstrim sekalipun, seperti pedesaan dan wilayah terluar Indonesia, termasuk wilayah laut. Dalam perjalanannya, banyak solusi BTS proyek Merah Putih Telkomsel yang akhirnya di-upgrade menjadi BTS reguler, bahkan menjadi BTS 3G untuk menyediakan kapasitas dan kualitas jaringan yang lebih baik.