ArenaLTE.com – Tidak diikutsertakannya provider internet di Indonesia dalam Project Loon menuai kritik. Jamalul Izza, Ketua asosiasi penyelenggara jasa internet Indonesia (APJII) menyayangkan hal tersebut. Pasalnya ada sebanyak 350 penyelenggara jasa internet (PJI) yang seharusnnya dilibatkan dalam proyek besutan Google tersebut karena dianggap lebih pantas.

“Tidak terbayangkan apabila akses penggunaan balon internet Google ini hanya dibatasi pada 3 operator seluler. Maka ketiga operator ini akan semakin memperbesar porsi 70% nya dan semakin mempersempit kesempatan hidup lebih dari 350 provider internet di Indonesia lainny,” kata Jamalul Izza, Ketua APJII, dalam konfirmasi pesan tertulisnya kepada ArenaLTE.com, di Jakarta, Rabu (4/11/2015).

Cinta Bertepuk Sebelah Tangan

Lelaki yang akrab disapa Jamal ini mengatakan pihaknya menyesalkan tidak diajaknya provider internet di Indonesia dalam proyek Loon. Padahal sebelumnya APJII telah secara langsung menanyakan ke Google mengenai keikutsertaan ini. Namun naasnya, jawaban yang diberikan pihak Google mengungkapkan bahwa belum ada ketersediaan.
Baca juga: Gulirkan Project Loon di Indonesia, Google Alphabet Gandeng Tiga Operator Seluler

“Pada bulan Juli 2015, APJII sudah secara langsung menanyakan ke Google mengenai keberadaan Project Loon ini untuk kepentingan anggota, namun dikatakan tidak tersedia,” tulis Jamal dalam keterangannya. Dan dirinya berharap bahwa ada penyelesaian atau pembicaraan terkait hal tersebut.

“Sebagai tindak lanjut, APJII siap untuk berkomunikasi aktif dengan pihak terkait seperti Kemenkopolhukam, Kominfo dan Google untuk mengusahakan equal access terhadap media teknologi baru tersebut bagi seluruh anggotanya,” terangnya menambahkan.

Meski demikian, ia mengakui bahwa proyek Loon adalah terobosan luar biasa dan akan sangat bermanfaat bagi masyarakat apabila seluruh provider internet di Indonesia dapat menggunakannya untuk memberikan akses Internet ke masing-masing pelanggannya.

Menurut Jamalul, kendala yang dihadapi oleh provider internet di Indonesia adalah perihal infrastruktur last mile untuk menyambungkan pelanggan. Hanya 30 persen trafik yang menjadi perebutan 350 PJI, karena 70 persen lainnya telah dikuasai oleh tiga operator seluler tersebut.

Pihaknya mengimbau kepada Pemerintah agar proyek Loon atau teknologi sejenis untuk pembangunan media infrastruktur, dibuka seluas-luasnya kepada seluruh penyelenggara tanpa ada perbedaan.


Ikuti perkembangan seputar artikel ini dengan topik: Project Loon