ArenaLTE.com – Merasa sudah cukup besar sebagai produsen smartphone, Xiaomi pun mulai memikirkan untuk mandiri dengan membuat komponen yang bisa dikembangkan sendiri. Salah satu komponen krusial adalah System on Chip (SoC) atau lebih populer disebut prosesor. Selama ini perusahaan asal Tiongkok ini memakai Qualcomm Snapdragon dan MediaTek untuk menjadi otak dari smartphone besutannya. Kini mereka sudah mulai pede untuk membuat SoC yang diberi nama Xiaomi Riffle.

Apa yang dilakukan oleh Xiaomi bukanlah sesuatu yang baru, bahkan terlihat mengekor dari apa yang telah dilakukan oleh perusahaan lainnya. Karena beberapa produsen besar telah mengembangkannya sejak beberapa tahun lalu. iPhone dan iPad dikenal memakai prosesor mobile Apple A series. Kemudian Samsung lewat Exynos dan Huawei dengan Kirin.

xiaomi_mi_4i

Seperti dilansir dari media The Korea Times (25/4/2016), Xiaomi berencana untuk mencuri pusat perhatian tidak hanya di smartphone, tetapi juga dalam bisnis chip prosesor aplikasi mobile (APU) dengan mengembangkan sendiri untuk digunakan di smartphone murah mereka. “Xiaomi berencana untuk merilis prosesor mobile bernama Xiaomi Riffle pada sebuah acara yang akan digelar bulan Mei mendatang,” ujar pejabat yang merupakan mitra komponen Xiaomi

Prosesor Xiaomi Riffle akan diproduksi menggunakan teknologi lisensi standar dari perusahaan properti intelektual chip asal Inggris, ARM. Pada dasarnya sama dengan yang ada Samsung Exynos, namun Xiaomi lebih mengarahkan untuk dipakai pada smartphone menengah ke bawah. Tak seperti chip memori, yang digunakan untuk membaca dan menulis data di dalam perangkat komputasi, chip APU (Application Processor Unit) seperti Xiaomi Riffle memiliki peranan penting karena berperan sebagai “otak” menyalakan perangkat komputasi. Sayangnya, belum ada informasi lebih rinci mengenai seperti apa spesifikasi dan teknologi dari prosesor Xiaomi Riffle.

Bagaimanapun, keputusan Xiaomi untuk masuk di segmen ini mengindikasikan bahwa permintaan terhadap produk yang mereka bikin terus meningkat dan kemungkinan bakal terus meningkat secara konstan di tahun-tahun mendatang. Mereka pasti lebih memilih langusng memakai prosesor Xiaomi Riffle di lini produk smartphone, tablet, dan smart TV untuk menekan biaya serta mengurangi ketergantungan pada produsen chip langganannya. Ini tentu menjadi mimpi buruk bagi Qualcomm dan MediaTek karena
akan kehilangan salah satu pelanggan paling potensialnya.