ArenaLTE.com – Project Loon Indonesia yang dikembangkan oleh perusahaan internet asal Amerika, Google, diungkapkan akan mulai dilakukan ujicoba perangkat di Indonesia. Adalah tiga operator Tanah Air yang mengungkapkan telah menandatangani kerja sama proyek tersebut, untuk menyediakan cakupan jaringan pada lebih 17.000 pulau di Tanah Air.

Proyek yang diungkapkan akan mulai dilakukan ujicoba pada 2016 mendatang ini, diklaim akan mampu memberikan cakupan jaringan untuk akses internet kepada 250 juta penduduk di Indonesia. Pihak perusahaan mengklaim, didaerah terpencil memang sulit untuk mendirikan menara seluler atau menara base tranceiver station (BTS) karena alasannya adalah faktor geografis.

Dengan Project Loon Indonesia, diharapkan balon udara ini bisa menjadi solusi terbaik sebagai penyediaan jaringan di wilayah terpencil.  Balon diungkapkan akan melintas pada lapisan stratosfer, dengan jarak ketinggian sekira 20 kilometer diatas permukaan laut dan diharapkan BTS udara ini bisa menjadi jawaban atas kebutuhan pembangunan infrastruktur yang sulit.

“Segera kami berharap lebih banyak jutaan orang di Indonesia akan dapat menggunakan Internet penuh untuk membawa budaya dan bisnis mereka secara online dan mengeksplorasi dunia bahkan tanpa meninggalkan rumah,” kata Mike Cassidy, Wakil Presiden Project Loon Google, seperti dilansir dari laman Radio Australia, Jumat (30/10/2015).

Meski demikian, tak hanya mengandalkan spektrum jaringan dari BTS balon udara Google, sistem kerja dari proyek Loon sendiri diungkapkan akan diterapkan dengan sistem antena pemancar dan penerima. Pihak Google mengungkapkan, pengguna internet dengan media Loon harus memasang antena yang menempel pada sisi rumah mereka. Hal tersebut dimanfaatkan untuk penerima dan pengirim sinyal data dari balon yang melintas.

“Selama beberapa tahun ke depan, kami berharap Loon dapat bermitra dengan penyedia lokal untuk menempatkan kecepatan tinggi koneksi Internet dengan teknologi jaringan 4G LTE. Sehingga memungkinkan untuk menjangkau, lebih dari 100 juta orang saat ini tidak terhubung. Kecepatan itu cukup untuk membaca situs, menonton video, atau melakukan pembelian digital,” jelas Mike.
Baca: Gulirkan Project Loon di Indonesia, Google Alphabet Gandeng Tiga Operator Seluler

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, dari sabang sampai Merauke banyak dari orang-orang Indonesia ini tinggal di daerah yang sulit dijangkau oleh infrastruktur jaringan.”Kami berharap balon bertenaga internet ini, suatu hari nanti bisa membantu mereka mengakses informasi dan mengetahui lebih luas dari situs atau website,” tambah Mike Cassidy.

Sebelum Indonesia, pihak Google menerangkan bahwa proyek Loon ini sudah dijalankan di beberapa negara di dunia, seperti halnya Selandia Baru, Amerika Serikat, dan Brazil. Namun, ujicoba di Indonesia diungkapkan akan menjadi tantangan terbesar dalam proyek Loon ini.