ArenaLTE.com – Project Loon Indonesia masih menjadi banyak pembicaraan para pelaku industri telekomunikasi, bukan perihal tentang kemudahan akses yang nantinya bisa diberikan Google dan Operator. Alasan yang diutarakan banyak pengamat adalah perihal keamanan data, pasalnya infrastruktur jaringan yang akan digunakan dalam proyek balon udara tersebut adalah menggunakan teknologi Google dan keamanan enkripsi data dan jaringan harus benar-benar kuat.

Pratama D. Persadha, Chairman Coomunication & Information System Security Research Center (Cissrec), mengungkapkan bahwa kerja sama Google dengan operator Indonesia dalam proyek Loon memang cukup bagus. Hal tersebut mampu memberikan kemudahan dan mampu menjangkau negara kepulauan seperti Tanah Air untuk memberikan akses internet dengan lebih efektif.

“Indonesia adalah negara kepulauan, kerja sama dengan Google memang bagus dalam proyek Loon. Karena dengan balon udara tersebut bisa menjangkau pulau terpencil sehingga pembangunan infrastruktur jadi lebih efektif, murah karena sistemnya infrastrukturnya dari atas udara,” jelas Pratama, saat dihubungi ArenaLTE.com di Jakarta, Senin (2/11/2015).

Lanjutnya menjelaskan, dalam Project Loon hal yang harus diperhatikan Pemerintah sebenarnya adalah masalah keamanan. Faktor yang paling utama dalam kerja sama ini diungkapnya berulang kali, karena memang pada dasarnya sistem keamanan dan kebocoran data bisa menjadi ancaman yang besar.
Baca: ICT Watch: Project Loon & OpenBTS Harus Dapat Porsi yang Sama di Tanah Air

“Dalam kerja sama proyek Loon, keamanan adalah hal yang paling penting untuk diperhatikan, bagaimana penerapan sistem tersebut. Enkripsi data informasi, keamanan jaringan menjadi hal yang perlu diperhatikan Pemerintah. Jangan sampai gara-gara ini, nantinya berdampak buruk terhadap keamanan negara karena hal ini sangat sensitif,” tambah Pratama.

Dirinya juga meyakini, dalam proyek balon udara tersebut biaya pembangunan infrastruktur lebih murah dibanding dengan pembangunan dengan jalur kabel fiber optik (FO). Penyediaan akses jaringan tidak membutuhkan banyak peralatan dan biaya negara yang besar, terlebih hal tersebut dibangun di wilayah yang memang penduduknya tidak banyak atau padat penduduk.

“Saat ini yang harus diperhatikan adalah jangan sampai semua sistem informasi nantinya menjadi kontrol asing. Sistem komunikasi untuk hal yang strategis, seperti dibidang keamanan untuk para militer Indonesia, hal pelaporan dari daerah perbatasan dari bawahan kepada komandannya jangan sampai bocor saja bisa nanti ada yang menyusup karena jaringan dimatikan pihak Google karena dia pemegang kontrol kendalinya,” tukasnya.


Baca perkembangan seputar artikel ini dengan topik: Project Loon