ArenaLTE.com – Google pada awal bulan ini mengatakan bahwa mereka akan menunda Project Ara, dimana pengguna dapat membangun sendiri ponsel mereka dengan bagian-bagian yang terpisah, seperti bermain Lego. Mengapa? Perusahaan ini pada hari Kamis (20/8) lalu mengatakan mereka tengah menguji hardware dan software baru untuk memperbaiki kinerja perangkat.

Ponsel Project Ara Google bekerja dengan membiarkan orang menyatukan bersama komponen terpisah dari sebuah smartphone. Anda ingin layar tambahan? Tinggal pasang, ingin baterai ekstra? Temple baterai langsung. Ara bekerja dengan sebuah teknologi yang Google namakan sebagai magnet “electropermanent”. Tetapi kini mereka mulai menanggalkan ide tersebut, dan berusaha menciptakan sebuah sistem yang tidak akan mengandalkan baterai ponsel untuk menempelkan dan melepaskan bagian yang terpisah, ungkap juru bicara Google.

Google tidak memberikan detail lebih banyak tentang bagaimana smartphone Project Ara akan bekerja kedepannya, selain untuk mengatakan mereka tengah menguji cara yang benar-benar unik dan tidak terpikirkan sebelumnya.

Project Ara adalah upaya Google untuk mengubah cara konsumen membeli smartphone dan bagaimana produsen membuat mereka. Alih-alih membeli ponsel sudah dalam kondisi utuh, seperti iPhone 6 atau Samsung Galaxy S6, Google ingin membiarkan orang membeli bagian-bagian yang mereka butuhkan seperti kamera, prosesor atau layar secara terpisah, kemudian mencampur lalu mencocokkan mereka sesuai keinginan dan pemakaian.

Inisiatif Project Ara ini hanya salah satu dari banyak proyek yang tengah dijalankan Google – seperti mobil tanpa pengemudi atau balon udara pemancar Wi-Fi – Google nampaknya ingin menguasai semua medan teknologi pintar didunia.

Google berharap Project Ara akan mempercepat pengembangan dan inovasi dalam komponen terpisah yang membentuk ponsel, seraya pembuat hardware mulai bersaing untuk mendominasi pasar OEM global.

Pengumuman ini merupakan kemunduran baru untuk Project Ara. Beberapa waktu lalu, Google mengkonfirmasi bahwa mereka menggagalkan peluncuran uji coba di Puerto Rico. Bahkan, Google mengatakan peluncuran juga akan ditunda sampai 2016 dan bahwa tim dibalik Project Ara tengah mencari tes pasar terlebih dahulu di Amerika Serikat.