ArenaLTE.com – Meski babak belur dalam melakoni bisnis smartphone, tapi bukan berarti nama BlackBerry menjadi redup. Faktanya BlackBerry Limited masih punya taring kuat dalam berbagai layanan terkait messaging dan solusi keamanan. Seperti belum lama ini, BlackBerry menawarkan jasa dan sarana konsultasi keamanan baru yang disebut Professional Cybersecurity Services Practice.

Layanan baru BlackBerry ini dikombinasikan dengan solusi keamanan BlackBerry yang sudah ada, dan di dapuk akan membantu para pelanggan mengidentifikasi ancaman keamanan dunia maya terbaru, mengembangkan strategi mitigasi risiko yang tepat, mengimplementasikan dan memelihara standar dan teknik Teknologi Informasi serta melindungi diri dari resiko serangan di masa depan. Professional Cybersecurity Services Practice dari BlackBerry mencakup:

  • Keamanan Strategis

Praktik terbaik di pekerjaan Teknologi Informasi (TI) yang berkisar di seluruh manajemen mobilitas perusahaan dan layanan cloud.

  • Keamanan Teknis

Asistensi teknis untuk infrastruktur dan siklus pengembangan produk.

  • Keamanan Otomotif dan Internet of Things

Layanan konsultasi keamanan saat komersialisasi cepat untuk solusi Internet of Things (IoT) membuat keamanan dan privasi sebagai prioritas utama.

  • Deteksi, Pengujian dan Analisis

Deteksi ancaman dan mitigasi pengujian penetrasi, penilaian kerentanan dan analisis dari reaksi insiden. Ini termasuk layanan forensik, status keamanan bisnis melalui pemeriksaan kesehatan TI, pelatihan, pemenuhan peraturan dan manajemen pelanggaran keamanan melalui tanggapan atas insiden.

Cybersecurity kini telah menjadi risiko bisnis yang harus terus menerus diantisipasi dan dipersiapkan. Perusahan dan organisasi harus bersiap dengan sisi keamanan jaringan enkripsi, baik endpoint mobile yang terkoneksi dengan cloud enable.

Dikutip dari Telecomasia.net (7/3/2016), diperkirakan biaya terkait keamanan data secara global telah menyedot dana lebih dari US$ 400 miliar setia tahunnya. Terkait dengan jasa konsultasi cybersecurity juga akan terkena imbas positif dari aktivitas dan dinamika serangan, diperkirakan bisnis ini secara global akan meraih omset US$ 16,5 miliar per tahun, dan bakal melesat ke angka US$ 23 miliar per tahun pada 2019.