ArenaLTE.com – Dua bulan terakhir ini semua orang di dunia terkena demam game Pokemon Go, berkat kepopuleran seri Pokémon, game tersebut langsung menduduki posisi puncak aplikasi terpopuler di semua negara tempat game tersebut dirilis. Hanya butuh waktu dua pekan setelah dirilis game besutan Nintendo ini mampu meraup pendapatan rata-rata Rp 26 miliar per hari. Nilai saham milik Nintendo langsung meningkat 10 persen dalam waktu singkat dan kini Nintendo memiliki nilai kapitalisasi pasar mencapai US$23 miliar (sekitar Rp 301 triliun), nilai tertinggi dalam kurun waktu lebih dari dua bulan terakhir.

Popularitas Pokemon Go bahkan mengalahkan Whatsapp, Twitter, Instagram dan Snapchat. Pemain game Pokemon Go di Indonesia juga sangat banyak, bahkan rasa penasaran orang Indonesia terhadap Pokemon Go terlihat dari analisa data Google Trend Indonesia. Pencarian dan popularitas Pokemon Go pada mesin pencari Google menyentuh angka Search Index yang paling tinggi mencapai 100. Berhasil mengalahkan beberapa keyword terkenal lainnya di Indonesia, seperti Batu Akik, Gerhana Bulan, Jokowi, SBY, Cita Citata, Conjuring, iPhone dan masih banyak lagi.

Namun memasuki bulan Agustus ini, popularitas Pokemon Go turun drastis. Seperti yang dilansir situs Kotaku, beberapa pemain game Pokemon Go mulai merasa kecewa dengan Pokemon Go. Penyebabnya ada beberapa hal mulai dari server yang bermasalah karena overload, kurangnya komunikasi dari Niantic sebagai developer game, dan update terbaru yang menghilangkan fitur tracking monster. Berikut ini beberapa penyebab popularitas Pokemon Go menurun drastis :

update pokemon Go Developer Pokemon Go Kurang Komunikatif Ketika Kendala Server

Komunikasi dengan komunitas pemain Pokemon Go sangat penting. Niantic sebagai developer game Pokemon Go kurang komunikatif kepada penggunanya. Tidak komunikatifnya Niantic sebenarnya sudah terlihat sejak awal, ketika Pokemon go secara resmi diluncurkan banyak kendala server game yang overload dan didiamkan saja oleh Niantic hingga seminggu (bahkan untuk game populer lainnya tidak pernah selama ini untuk mengatasinya). Dan pihak Niantic tidak mengkonfirmasi kejadian ini kepada penggunanya.

update pokemon Go Kendala Fitur Tracking Monster, Experience Pemain Terganggu

Ketika mencari monster, kita menggunakan bantuan pelacak monster terdekat. Jika ada tiga jejak berarti menunjukkan monster berada jauh dari lokasi kita, semakin jejaknya berkurang berarti monster semakin dekat. Hal ini sangat membantu para pokemon trainer untuk mencari dan melacak monster pokemon favorit mereka. Namun tiba-tiba semua monster terdeteksi dengan jarak jauh (jarak maksimal) untuk semua monster, semuanya diberi tanda berupa 3 jejak dan tidak berubah meskipun kita bergerak mendekatinya. Hal ini membuat kesal para pengguna Pokemon Go dan ramai dibicarakan, namun Niantic tetap diam saja.

update pokemon Go Update Fitur Game Pokemon Go Terbaru Agustus, Mengecewakan

Dan kekecewaan pemain semakin bertambah ketika update terbaru Pokemoon Go justru menghilangkan fitur jejak pencarian monster. Satu-satunya cara mencari monster yaitu dengan mengandalkan keberuntungan saja, kekecewaan pemain Pokemon Go semakin bertambah, ada yang minta uang kembali dan banyak yang memberikan review jelek (satu bintang saja) di Play Store. Sepertinya update terbaru ini hanya untuk menghilangkan kendala pencarian monster dengan tiga jejak (jarak maksimal) untuk semua monster yang terjadi sebelumnya saja.

Fitur trackong (pelacak) monster menjadi fitur paling penting di Pokemon Go, pemain memiliki harapan dan penasaran untuk mencari lokasi monster favorit yang diinginkannya. Seperti biasa Niantic masih belum ada konfirmasi mengenai kejadian ini. Kita memang belum mengetahui apa yang sedang direncanakan oleh Niantic, mungkin sedang menyiapkan fitur tracking yang lebih baik atau sedang kewalahan mengantisipasi berbagai permasalahan lain yang muncul dengan popularitas Pokemon Go. Disamping itu semua, berikut ini trailer Pokemon Go yang menunjukkan betapa fitur tracking monster akan menyenangkan mencari Pokemon.