ArenaLTE.com – Peredaran ponsel 4G LTE palsu memberikan dampak negatif yang cukup berat bagi Industri. Selain perputaran produk yang tidak sehat di industri dalam negeri, peredaran ponsel tanpa izin dan palsu ini juga bisa mengakibatkan kerusakan dan gangguan dalam jaringan operator yang berimbas menurunya kualitas ke pelanggan itu sendiri.

Ivan Cahya Permana, VP System and Technology Telkomsel, dalam sesi wawancara dalam diskusi Indonesia LTE Conference 2016, yang digagas oleh Indonesia LTE Community, mengatakan bahwa ponsel 4G LTE palsu yang ada di pelanggan tidak masuk secara resmi dan memiliki nomor IMEI sebagai identitas ponsel palsu.

Indonesia LTE Conference 20

“iPhone tapi palsu, jadi ada produk yang masuk dari seri yang sama namun ternyata memiliki IMEI sama, dan ini sangat berbahaya bagi konsumen secara langsung maupun tidak langsung. Seperti halnya kesehatan, karena piranti yang digunakan di dalamnya tidak tersertifikasi yang bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan dalam dampak langsung,” jelas Ivan.

Ia juga menuturkan bahwa penggunaan ponsel 4G LTE palsu itu juga bisa berakibat kerugian secara tidak langsung kepada operator. Hal ini dicontohkan semisal pengguna iPhone palsu menggunakan jaringan Telkomsel, namun dikarenakan kemampuan ponsel yang digunakannya tidak sama dengan yang asli sehingga menurunkan kualitas panggilan atau tangkapan sinyal akan otomatis menyalahkan operator.

“Namanya ponsel palsu pasti ada penurunan kualitas, jika jaringan yang didapat jelek maka otomatis pengguna akan menyalahkan operatornya. Padahal belum tentu jaringan sedang rusak atau terkendala,” tambah Ivan Cahya.

Hal senada juga diungkapkan Lee Kang Hyun, Wakil Ketua Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia era konektivitas 4G LTE kini marak dengan peredaran ponsel palsu. Dirinya menuturkan bahwa ada cara curang yang dilakukan produsen untuk ‘mengakali’ regulasi TKDN ponsel 4G ini agar bebas memasok produk ke Indonesia.

“Sekarang ini makin banjir barang ilegal atau palsu, saya pikir mungkin ada sekitar 30% bahkan untuk produk 4G. Karena ada banyak produsen yang tidak punya pabrik di Indonesia. Bahkan saya tanya ke operator, mengenai pelanggannya yang menggunakan iPhone 6S itu dan mereka menyebutkan ada sekira 150 pelanggan. Hal ini berarti ada sekira 150 ribu unit ponsel tersebut masuk,” tambah Lee.