ArenaLTE.com – Kunjungan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Amerika Serikat yang diagendakan melakukan lawatan ke Silicon Valley untuk bertemu beberapa CEO perusahaan teknologi Amerika Serikat terpaksa dibatalkan. Jokowi memilih pulang cepat ke Indonesia karena untuk penangangan darurat asap yang kian mengkhawatirkan.

Sebagai gantinya, rencana pertemuan bersama beberapa CEO perusahaan teknologi Amerika Serikat tersebut digantikan oleh para menteri atau kepala lembaga negara terkait dan beberapa pelakuk startup lokal terpilih. Hal ini diungkapkan oleh perwakilan dari Sekretariat Kabinet melalui tweet konfirmasinya di bawah ini.

twitter-setkab

Para staf menteri yang menggantikan temu dengan pembesar tersebut, adalah Menteri Kominfo, Menteri Perdagangan, Kepala BKPM, dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif. Besar kemungkinan, Menteri Kominfo juga akan membawa para Startup Indonesia untuk melakukan pertemuan dengan para CEO dari Silicon Valey tersebut.

Seperti yang diungkapkan beberapa waktu lalu oleh Menkominfo Rudiantara, “Dalam agenda kegiatan nanti di sana adalah untuk bertemu dengan venture capital besar untuk build ekonomi dan bertemu dengan pemain industri terkemuka seperti Facebook, Google, Apple, dan lainnya.”

Pria yang akrab dipanggil Chef RA ini, mengungkapkan bahwa lawatan kerja yang dilakukan dipusat berdirinya perusahaan teknologi dunia tersebut, adalah untuk mempelajari proses dan mengenalkan siapa startup dari Indonesia yang juga telah berhasil. Sehingga kemungkinan ada niatan investasi di Tanah Air nantinya.
Baca: Rudiantara Menyalip Jokowi Terbang ke Silicon Valley

“Ada startup yang established dan berhasil. Saya ajak nanti Nadiem Makarim dari Go-Jek, William Tanuwijaya dari Tokopedia, Andrew Darwis dari Kaskus yang mereka ini adalah startup unicorn dari Indonesia. Kita akan tunjukkan bahwa Indonesia adalah the largest digital economy,” tambah Rudi menjelaskan.

Dirinya juga berharap kunjungan ke Silicon Valley bisa memperkaya roadmap e-commerce yang sudah disiapkan. Sehingga nantinya Pemerintah bisa mendorong seperti apa. Karena di negara lain yang lebih aktif pemerintah dan akhirnya membuat maju.

Foto ilustrasi: tribunnews.com