ArenaLTE.com – Perang Indosat vs Telkomsel semakin mengemuka. Jika sebelumnya hanya terjadi di lapangan, kini sudah merambah ke media sosial dan diungkap di media massa. Walaupun Indosat Ooredoo berdalih bahwa foto-foto spanduk sindiran ke Telkomsel yang beredar di Twitter tersebut merupakan bagian dari kampanye #BuktikanRp1, namun hal polemik kedua operator tersebut tetap mendapatkan perhatian Pemerintah. Menteri Komunikasi & Informatika Rudiantara menyebutkan bahwa operator yang bersangkutan akan dipanggil.

“Kita akan panggil mereka untuk mengklarifikasikan maksudnya apa, karena ada dua isu yang akan ditanyakan nanti. Satu isu substansi mengenai tarif, saya sendiri sebenarnya belum tau banyak tapi ada  dua yang harus di addres. Mengenai tarif, kalau memang benar demikian nanti akan ditanyakan apakah ini adalah satu hal yang substansial, atau apakah ini Cuma gimmick saja,” ujar Rudiantara.Rudiantara

Sedangkan isu yang kedua adalah disebutkannya bahwa perihal tentang cara berkomunikasi perusahaan. Hal ini dinyatakannya bahwa apakah ada kesalahan dalam promosi tersebut, atau  memang ada indikasi lainnya.”katakanlah cara berpromosi karena ini menyangkut tentang etika dan lain sebagainya,” jelas lelaki yang akrab disapa Chief ini.

Ia juga menjelaskan bahwa jika dipandang dari sisi masyarakat, tentunya kompetisi yang sedang dijalankan operator tersebut memang bermanfaat. Pasalnya ada kejelasan tentang produk yang mereka jual, selain itu menjadikan banyak opsi.

“Dari sisi masyarakat, tentunya kompetisi ini memberikan pilihan bagi masyarakat. Tapi dari sisi Pemerintah harus memperhatikan bahwa kompetisi ini harus fair dan berjalan jangka panjang. Jadi jangan sampai ini menyesatkan masyarakat. Jadi tugas Pemerintah juga harus melindungi masyarakat, agar promosi itu harus suitanable baik dari sisi substansi yang ditawarkan pada masyarakat maupun dari sisi cara berkomunikasi, maupun etika berkomunikasinya.

Namun dirinya berharap promosi yang saling menyindir sesama operator ini, jangan sampai menjadi budaya dan berulang. ”Untuk menekan kejadian ini lagi, nantinya dari teman-teman BRTI akan berbicara pada teman-teman operator. Dan promosi sebenarnya boleh, hanya janganlah menjelekkan orang lain karena promosi boleh untuk dirinya sendiri, hal ini juga jangan sampai berkepanjangan karena kita butuhkan adalah industri yang sustainable,” jelas Chief.

Ia menjelaskan bahwa untuk masyarakat produk yang dipasarkan ini nantinya tidak menyesatkan, sehingga kompetisi dan promosi dipandang bagus. Dan berharap promosi yang bermanfaat bagi masyarakat ini berjalan benar, bahkan dalam jangka waktu panjang jadi ketika dibutuhkan ada.
BACA: Indosat Ooredoo Ungkap Alasan Spanduk Sindir Tarif Mahal Telkomsel

Sudah Berjalan Lama

Deva Rachman, Head of Corporate Communications Group Indosat Ooredoo, saat dihubungi tim redaksi ArenaLTE.com membenarkan bahwa hashtag #BuktikanRp1 memang telah hadir dalam program kampanye perusahaan sejak akhir tahun lalu.

“Iya kampanye Rp 1 itu sebenarnya sudah lama dari Desember 2015, sesuai dengan yang dibilang pak Alex kemarin bahwa itu adalah bentuk komunikasi yang terjadi di lapangan saja. Itu terjadi hanya kepada pelanggan di luar Jawa saja, tapi kalau sekarang sudah ada yang menyebut lain (sindir operator lain) sudah kita take-out,” jelas Deva Rachman.

Dirinya juga menjelaskan bahwa sebenarnya program dan tarif Rp 1 itu memang benar diberlakukan untuk semua operator, dan hanya bisa digunakan melalui produk IM3 Indosat Ooredoo. Tetapi tarif tersebut hanya diberlakukan khusus kepada pelanggan di luar Jawa saja.