ArenaLTE.com – Selama 4 tahun kiprah Lazada di Indonesia momentum revolusi teknologi smartphone terjadi bersamaan dengan hadirnya Lazada Indonesia. Hampir semua hal kini bisa dilakukan secara online dan realtime hanya dengan smartphone dalam genggaman tangan. Butuh belanja, ojek, makanan dan berbagai kebutuhan lainnnya cukup gunakan aplikasi dalam smartphone. Dan kedepannya, Lazada Indonesia meyakini jika e-commerce akan menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat seperti layaknya air dan listrik.

Magnus Ekbom, Chief Strategy Officer Lazada Group ketika meluncurkan program ulang tahun keempat Lazada mengungkapkan bahwa selama empat tahun beroperasi di Indonesia, lazada Indonesia mencatat pertumbuhan yang pesat dan peluang yang masih terbuka lebar, terutama dengan bergabungnya UKM di Indonesia dengan brand lokal dan internasional dalam menggali potensi e-commerce.

lazada indonesia pendapatan lazada group
Magnus Ekbom, Chief Strategy Officer Lazada

Magnus menambahkan bahwa platform Lazada Marketplace akan membantu para UKM untuk menjual produk mereka secara nasional melalui eCommerce. Para penjual dapat memanfaatkan model end-to-end Lazada, mulai dari pemesanan hingga proses pengiriman. Para penjual juga mendapat keuntungan dengan memiliki akses langsung ke customer base, infrastruktur, serta analitik milik Lazada.

Hal ini sejalan dengan program pemerintah yang ingin meningkatkan pendapatan di sektor ekonomi digital. Pemerintah sangat serius dan mendorong lahirnya ribuan technopreneur baru dimana hal ini akan mendorong revolusi teknologi semakin pesat di Indonesia. Diawal kemunculannya pada tahun 2012 lalu, belum ada seorangpun yang mengakses Lazada menggunakan mobile patform, dan kini, 4 tahun kemudian 60% transaksi yang terjadi di lazada mengaksesnya menggunakan platform mobile.

Magnus Ekbom juga menerangkan jika di awal kemunculannya hanya ada 100 penjual di Lazada, kini ada lebih dari 11 ribu merchant di Lazada, dari jumlah produk kini sudah ada lebih dari 3 milyar produk dalam 13 kategori dibandingkan awal kemunculannya hanya ada sekitar 5000 produk saja.

Jumlah karyawan Lazada juga meningkat dari 200 orang menjadi 750 orang, luas kantor dari hanya 500 m2 menjadi 3600 m2. Intinya adalah selama 4 tahun terakhir Lazada telah mampu menyediakan ribuan lapangan pekerjaan baru di Indonesia dan kesempatan yang terbuka luas bagi Usaha Kecil dan Menegah untuk mengembangkan usahanya secara internasional.

lazada indonesia pendapatan lazada groupSecara keseluruhan, selama kiprahnya Lazada Group mencatat pertumbuhan bisnis tahunan yang signifikan. Lazada mengumumkan Gross Merchandize Value (GMV) tahunan senilai 1.3 milyar USD di keenam cabangnya yang tersebar di Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Pertumbuhan Lazada didukung oleh pertumbuhan mobile dan semakin luasnya rangkaian produk, yang sejalan dengan komitmennya dalam membangun operasi logistik untuk menghadirkan pengalaman konsumen yang lebih baik.

Kontribusi mobile terhadap GMV mencapai 60% pada akhir 2015 seiring dengan semakin banyaknya konsumen yang berbelanja melalui perangkat mobile. Aplikasi Lazada Android dan iOS telah diunduh hampir sebanyak 30 juta kali di periode yang sama, didukung oleh fitur inovatif terbaru dan penawaran eksklusif yang menarik banyak bagi pengguna baru.