ArenaLTE.com – Layanan seluler 4G LTE telah diimplementasikan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Bahkan di Eropa, pengguna 4G LTE ini diperkirakan akan meningkat dan menguasai pasar koneksi mobile sebesar 60 persen, dan hal tersebut diprediksi akan terjadi pada 2020 mendatang.

Pertumbuhan yang dialami Eropa tersebut diungkapkan adalah hasil dari investasi besar para penyelenggara telekomunikasi, baik dalam peningkatan kualitas jaringan maupun cakupan. Kontribusi PDB Eropa dalam industri mobile diungkapkan meningkat hingga EURO600 miliar pada 2020.

“Pelanggan mobile Eropa sekarang telah benar memanfaatkan kecepatan download rata-rata, dan berharap bahwa investasi 4G ini bisa diperluas, peningkatan spektrum, perluasan kapasitas, dan efisiensi spektrum untuk pertahanan dalam dekade mendatang,” jelas Alex Sinclair, chief Technology Officer (CTO) di GSMA, seperti dikutip dari Mobile Worldlive, Kamis (10/12/2015).

Pada awal 2015 sendiri, Eropa mengakui bahwa cakupan jaringan 4G telah melewati 80% dan diklaim sudah memiliki cakupan lebih besar dari jumlah penduduk Eropa. Bahkan, hingga akhir 2015 ini akan bisa menyentuh hingga 95% cakupan.
Baca juga: Pasar smartphone anjlok, ponsel 4G terus meningkat di Indonesia

Banyak operator telekomunikasi Eropa mengklaim bahwa pengguna 4G LTE miliknya, menggunakan lebih banyak atau dua kali lipat penggunaan akses data dibanding dari pengguna 3G. Penggunaan data mobile tersebut juga diakui sebagai bantuan besar atas peningkatan, serta pertumbuhan pendapatan layanan pelanggan yang meningkay signifikan.

Adopsi 4G mendorong para pengguna mobile data yang lebih besar. Bahkan, Cisco mengungkapkan bahwa penggunaan data rata-rata dari para pelanggan operator Eropa Barat, telah tumbuh besar dimana pengguna rata-rata mengkonsumsi data melebihi 6GB per bulan yang juga akan terjadi hingga 2019 mendatang.

Negara Eropa juga ditetapkan sebagai negara yang paling cepat dalam pertumbuhan 4G, bahkan diklaim lebih besar 10% dibanding wilayah Amerika Utara. Wilayah Eropa tercatat memiliki sebanyak 430 juta pelanggan mobile yang unik pada 2015 ini, angka yang mewakili 79% dari jumlah populasi penduduk wilayah negara tersebut.

Pertumbuhan pengguna 4G LTE juga terjadi di Indonesia, hal tersebut ditandai dengan makin larisnya ponsel 4G yang ada di pasaran lokal. Senior Analyst, Tarun Pathak menambahkan jika operator Indonesia tengah memperluas jaringan dan infrastruktur 4G. Alhasil permintaan terhadap smartphone 4G terus meningkat.

“Ujung-ujungnya, pengapalan handset 4G terus mengalami pertumbuhan mencapai lebih dari sejuta unit sepanjang kuartal meski pembelian total (smartphone) secara keseluruhan tengah melemah,” jelas Tarun Pathak.