ArenaLTE.com – Menurut laporan Market Monitor service fot Q3 2015 (Juli – September) dari Counterpoint Research, total pasar ponsel (smartphone dan feature phone) di Indonesia turun 18% dibanding kuartal yang sama tahun lalu. Selain itu, segmen pasar smartphone mengerucut sekitar 7% dari periode yang sama tahun lalu. Pertama kalinya terjadi sejak perangkat cerdas tersebut mulai menginvasi pasar.

Tom Kang Counterpoint Research Director dalam keterangan tertulis yang diterima ArenaLTE.com mengungkapkan bahwa alasan utama terjadinya penurunan pasar smartphone sepanjang Q3 karena merek lokal mengosongkan persediaan dan brand global tengah mengarahkan kembali roadmap mereka supaya bisa memenuhi aturan pemerintah. Di sisi lain, permintaan konsumen pun tengah merosot.

Namun, dalam kaitannya dengan pertumbuhan pasar smartphone di Indonesia, Tom Kang menilai kondisi tersebut hanya sementara. Pasar tengah mengalami koreksi dan merek-merek tengah menyesuaikan diri dengan regulasi pemerintah seperti TKDN. “Pasar Indonesia diprediksi akan kembali normal di masa liburan,” tambahnya.

Senior Analyst, Tarun Pathak menambahkan jika operator Indonesia tengah memperluas jaringan dan infrastruktur 4G. Alhasil permintaan terhadap smartphone 4G terus meningkat. “Ujung-ujungnya, pengapalan handset 4G terus mengalami pertumbuhan mencapai lebih dari sejuta unit sepanjang kuartal meski pembelian total (smartphone) secara keseluruhan tengah melemah.”
Baca juga: Perangkat 4G LTE Tumbuh 300%, Kuasai 11% Total Smartphone di Indonesia

Di kawasan Asia Pasifik, Indonesia merupakan salah satu sasaran brand global papan atas termasuk  Tiongkok dan India. Setiap kuartal selalu ada vendor yang mencoba peruntungan di pasar smartphone negeri ini. Saat ini, lebih dari 50 merek smartphone membanjiri pasar domestik.