ArenaLTE.com – Jangan terlena dengan kecepatan dan kenyamanan layanan 4G LTE saat menjelahah website. Karena aplikasi browser tanpa kemampuan kompresi data, akan menguras paket kuota internet lebih besar. Salah satu solusinya adalah menggunakan peramban yang memiliki kemampuan kompresi data seperti Opera Mini Android.

Hari ini, Opera merilis versi terbaru Opera Mini Android yang menghadirkan teknologi kompresi baru. Untuk pertama kalinya, pengguna bisa memilih antara dua modus kompresi data yang berbeda: High dan Extreme. Dengan dua mode tersebut, pengguna bisa mengoptimalkan kompresi datanya sesuai dengan kondisi jaringan.

Kompresi data mode ‘High’ atau Tinggi akan mengompres halaman web tanpa mempengaruhi tampilan halaman, sehingga cocok untuk menjelajah saat memakai jaringan 4G LTE atau Wi-Fi.

Sementara itu modus ‘Extreme’ akan mengkompres halaman web secara ekstensif, memberikan akses internet berkecepatan tinggi dengan konsumsi data yang sangat sedikit. Mode ini sangat ideal saat pengguna sedang mengalami kondisi jaringan lambat seperti 2G. Hanya saja, mode ini dapat mempengaruhi tata letak halaman web.

“Dengan munculnya smartphone yang lebih baik dan kondisi jaringan yang baik, pengguna saat ini cenderung memilih alasan kompresi data yang membuat mereka bisa jauh lebih hemat di berbagai kondisi jaringan,” jelas Christian Uribe, Manajer Produk Opera Mini pada blog resmi perusahaan.

Menurutnya, Opera Mini Android sekarang membawa fitur pembaruan yang lebih baik, terutama untuk pengguna perangkat mobile. Salah satunya adalah desain antarmuka atau user interface untuk menyimpan, tabulasi switcher yang baru, dan moduse private browsing.

Antarmuka  mampu melakukan scalable untuk menampilkan laman situs dengan resolusi tinggi. Bahkan, dengan terlebih dahulu melakukan kompresi data sebagai penghematan penggunaan layanan akses.

Opera Mini Android

Opera juga menyatakan bahwa update aplikasi terbaru Opera Mini Android ini, diharapkan bisa meraup sebanyak 275 juta pengguna Android hingga pada akhir 2017. Sebagai informasi, saat ini total jumlah pengguna Opera di seluruh dunia mencapai 350 juta. Dari jumlah tersebut, hanya 51 juta yang mengakses dari komputer desktop, sedangkan sisanya sebesar 277 juta merupakan pengguna mobile. Perusahaan mengungkapkan, pengguna terbanyak tercatat datang dari India dan Indonesia di mana internet dan jaringan masih terkendala saat ini.