ArenaLTE.com – Never Settle. Jargon OnePlus tersebut rupanya menjadi bumerang. Jika diterjemahkan secara langsung, jargon tersebut artinya “tidak pernah menetap”. Walaupun arti sebenarnya menurut OnePlus adalah “jangan pernah puas” yang berarti bahwa mereka akan berusaha untuk memberikan pengalaman pengguna yang terbaik dan tidak beristirahat sampai menemukannya. Namun takdir berkata lain, terjemahan “tidak pernah menetap” yang justru terjadi. Dalam waktu singkat, OnePlus hengkang dari Indonesia.

Padahal belum banyak produk yang dihadirkan di Indonesia. Namun kepastiannya untuk meninggalkan Tanah Air sudah diputuskan perusahaan. Keputusan OnePlus hengkang dari Indonesia yang cukup singkat cukup disayangkan. Namun kebijakan tersebut harus diambil perusahaan karena tidak bisa memenuhi akan regulasi tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang ditentukan Pemerintah.

Peraturan Pemerintah yang menetapkan regulasi dengan meminta ditanamkan kandungan lokal, ternyata tidak bisa dipenuhi produsen. Meski hal ini tidak dijelaskan secara lebih rinci oleh perusahaan, namun disebut-sebut juga bahwa selain regulasi, kemampuan finansial maupun produksi perusahaan tersebutlah yang menjadi ganjalan produsen asal China ini berkarir di Tanah Air.

“Karena perubahan regulasi baru-baru ini, kami tak bisa menjual produk baru di Indonesia sampai ada informasi baru yang disampaikan,” ujar Carl Pei, Kepala Pemasaran Global OnePlus, dalam keterangannya seperti dikutip dari laman kompas.

OnePlus-X-neversettle

OnePlus diketahui baru menghadirkan kurang lebih sebanyak tiga produk di Tanah Air secara resmi, seperti OnePlus One, OnePlus X dan OnePlus 2. Kehadiran tiga produk itu sendiri sebenarnya belum terlalu lama, sekiranya dua atau tiga tahun lalu produk menjajaki dan ketiga produk tersebut masuk Indonesia melalui jalur distributor Tanah Air.

Sebenarnya, tanda-tanda OnePlus hengkang dari Indonesia sudah muncul sejak lama. Persisnya mulai terlihat dari rilis OnePlus 2 yang gagal masuk ke pasar Indonesia. Alasannya, perusahaan tidak bisa memenuhi penetapan regulasi TKDN yang diminta Pemerintah.

Hal ini dijelaskan pihak perusahaan langsung melalui laman diskusi resminya yang dinyatakan langsung pada sebuah post di forum Oneplus. Shinta Hawa Thandari, Community Manager Oneplus Indonesia, menjelaskan bahwa perihal penetapan TKDN sebesar 30 persen untuk ponsel 4G membuat seri OnePlus 2 tak bisa masuk Indonesia.

Shinta juga menjelaskan perihal penyebab OnePlus 2 tak bisa memenuhi TKDN yang ditetapkan oleh lembaga sumber daya dan perangkat pos dan informatika (PPI). Ia mengeluhkan panjangnya proses birokrasi perijinan juga menjadi dasar batu sandungan perusahaan, untuk membawa seri kedua produk besutannya untuk masuk ke pasar lokal.

Bahkan, OnePlus X yang sudah resmi dirilis banyak diungkapkan adalah sebagai usaha terakhir perusahaan, pasalnya produk ini masuk seperti dipaksakan. OnePlus X yang resmi dirilis baru ini, ternyata hadir di Indonesia tanpa dukungan koneksi 4G LTE padahal banyak produk sekelasnya sudah mendukung koneksi tersebut.

Meski perusahaan mengungkapkan bahwa OnePlus X 4G ready (bisa di-unlock), namun tentunya hal ini akan menjadi berat bagi pengguna. Pasalnya, perusahaan mengungkapkan bahwa nantinya pengguna bisa melakukan update firmware untuk bisa membuka koneksi jaringan generasi empat tersebut.