ArenaLTE.com – Sebagai perusahaan yang menyediakan layanan digital, XL pun merasa perlu untuk melakukan transformasi digital secara internal. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi karyawan dalam bekerja. Untuk itu, sejak awal tahun 2016 ini, operator ini telah mengimplementasikan Microsoft Office 365 sebagai pondasi untuk aktivitas pekerjaan secara digital.

“Selain untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi karyawan dalam bekerja, dilakukannya transformasi digital ini juga sebagai upaya untuk lebih menghemat biaya operasional. Kami menargetkan hingga akhir tahun 2016 ini bisa menghemat CAPEX (Capital Expenditure) sebanyak 20 persen,” ujar Yessie D Yosetya, Direktur/Chief Service Management Officer XL Axiata.

Yessie menambahkan, kebutuhan infrastruktur IT yang semakin meningkat serta adanya pembaharuan hardware dan software yang begitu pesat, membuat operasional perusahaan pun ikut berubah. Sehingga membutuhkan teknologi yang dapat mendukung dalam melakukan transformasi digital.

“Maka dari itu, kami memilih untuk mengimplementasikan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan saat ini dan di saat mendatang yaitu Office 365. Saya berharap penerapan Office 365 di internal XL akan bisa mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepada pelanggan,” ujarnya.

XL saat ini disebut sebagai operator telekomunikasi pertama di Indonesia yang memanfaatkan teknologi Microsoft Office 365. Dalam rangka mendukung transformasi digital XL, Microsoft sebagai penyedia solusi Office 365 pun melakukan pendampingan, baik dari sisi teknologi, proses, maupun persiapan sumber daya manusia.

Kerjasama XL untuk adopsi Office 365 dari Microsoft (Foto: Hendra Wiradi)
Kerjasama XL untuk adopsi Office 365 dari Microsoft (Foto: Hendra Wiradi)

Sebagai informasi, Office 365 merupakan layanan berbasis awan yang menghadirkan rangkaian aplikasi Microsoft Office seperti Email Exchange yang dapat diakses saat online ataupun offline, kotak email sebesar 50GB, serta OneDrive Storage sebesar 1TB untuk setiap pengguna.

Seluruh layanan ini dapat diakses melalui internet/website maupun secara on premise (instalasi pada perangkat komputer/laptop) dengan menggunakan koneksi internet, di mana saja dan kapan saja.

Selain itu, ada juga fitur untuk SharePoint; layanan Skype yang meliputi telepon, pesan, dan video conference; layanan Enterprise Social Networking Yammer; Microsoft Office Online/Offline; Data Loss Prevention (DLP); serta Email DRC. Berbagai fitur dan keunggulan yang dimiliki Office 365 tersebut akan memudahkan karyawan dalam beraktivitas secara mobile.

“Dengan Office 365, pengguna dapat menyimpan dokumen di satu tempat dan membuat, mengubah, ataupun berbagai dokumen secara mudah di manapun mereka berada. Sehingga, sekalipun mereka sedang tidak berada di dalam satu tempat yang sama, mereka tetap dapat berkolaborasi,” lanjut Kustiawan Kusumo, Enterprise Partner Group Director, Microsoft Indonesia.

Implementasi Service Office 365 di XL sudah mencapai 100 persen. Sejauh ini, manfaat yang sudah terlihat antara lain terselesaikannya persoalan bouncing email berkat kapasitas mailbox per pengguna yang mencapai 50GB, serta meningkatnya efisiensi dan keamanan jaringan perusahaan. Selain itu, berbagai aplikasi bawaan Office 365 seperti OneNote dan Skype juga telah membantu meningkatkan produktivitas karyawan dalam bekerja.

Yessie menambahkan, penerapan Office 365 ini sejalan dengan rencana XL yang akan segera melakukan transformasi pada lingkungan kerja dengan menggunakan konsep modern open space dan business process. Saat ini konsep tersebut sedang diuji coba di lantai 11 Grha XL.

Perwujudan konsep modernisasi ini dilakukan dengan menghadirkan platform digital yang dapat meningkatkan produktivitas dan efektivitas kerja karyawan. Sehingga karyawan dapat berorientasi terhadap kepuasan pelanggan. Dengan demikian, karyawan dapat terkoneksi secara internal di mana pun, kapan pun, serta melalui perangkat apa pun.