ArenaLTE.com – Peran teknologi LTE (Long Term Evolution) tak sebatas mendukung layanan komunikasi seluler, tapi lebih jauh mampu mendukung layanan broadcast pada televisi, dan ini dikenal sebagai LTE Broadcast. Kabar terbaru seputar LTE Broadcast datang dari Eropa Barat, yakni Nokia, Qualcomm, dan perusahaan penyiaraan asal Finlandia yang menyatakan akan melakukan demonstrasi teknologi LTE Supplemental Downlink (SDL) pada frekuensi televisi.

Kabar ini tentu membuka peluang baru dalam industri broadcast TV, pasalnya solusi LTE SDL tidak mempunyai interferensi atau mengancam layanan Digital Terrestrial Television (DTT) yang eksisiting saat ini. Demonstrasi live LTE SDL dijadwalkan dalam waktu dekat ini, yaitu pada awal September 2016 di Nokia Executive Experience Center di kota Espoo, Finlandia.

Seperti dikutip dari PRnewswire, LTE SDL menggunakan konsep fleksibilitas dalam penggunaan frekuensi siaran Ultra High Frequency (UHF).  Layana  ini diciptakan untuk memberikan layanan pada media canggih seperti tablet dan smartphone tanpa menciptakan gangguan terhadap layanan DTT yang sudah ada.

Konsep LTE SDL akan berjalan pada jaringan 4G LTE, dan roadmap kedepan akan juga diterapkan pada jaringan 5G. Dengan teknologi LTE SDL memungkinkan penerbit media dan operator jaringan untuk mengoptimalkan penggunaan frekuensi UHF yang tersedia.

Demonstrasi ini juga dimaksudkan sebagai bahan proposal bagi Komisi Eropa untuk memperkenalkan pilihan fleksibilitas dalam frekuensi 470-790 MHz (lower UHF), yang saat ini digunakan oleh jaringan Digital Video Broadcasting (DVB). Dalam beberapa tahun belakangan negara-negara Eropa memanfaatkan frekuensi 700MHz untuk komunikasi mobile, yang didukung oleh Komisi Eropa.

LTE Broadcast memberikan pengalaman video baru, menawarkan siaran video dengan kualitas siaran tertinggi melalui jaringan LTE dan memungkinkan bentuk layanan baru berbasis video. Di saat proses berlangsung, upaya ini turut membantu bagi penyedia layanan untuk mengoptimalkan sumber daya jaringan dan spektrum yang tersedia.

Layanan ini menggunakan teknologi Single Frequency Network, seperti DVB-T untuk mendistribusikan sinyal ke penerima dengan jumlah yang tak terbatas. Pengguna hanya perlu sebuah aplikasi LTE Broadcast yang diinstal pada perangkat mereka untuk mengakses layanan ini.

Selama pengujian, perangkat menerima feed video yang berbeda. Keunggulan fitur dalam pengujian ini mengandalkan keunggulan prosesor Snapdragon 810 dengan modem X10 LTE yang menampilkan solusi LTE Broadcast Qualcomm Technologies komprehensif untuk evolved Multimedia Broadcast Multicast Layanan (eMBMS).

Solusinya yang ditawarkan dari sisi Qualcomm menampilkan chipset broadcast middleware, multimedia services, dan proven interface untuk pengembangan aplikasi LTE Broadcast. Selain itu, modem X10 LTE mendukung kecepatan download hingga 450 Mbps bahkan dalam intensif penggunaan video streaming 4K.