ArenaLTE.com – Setelah merasa gagal dalam menjual bisnis ponsel fitur (feature phone) Nokia, Microsoft memutuskan untuk menjualnya saja daripada menjadi beban. Pada Rabu (18/5/2016), raksasa teknologi yang bermarkas di Redmond, Amerika Serikat tersebut resmi mengumumkan penjualan unit bisnis yang memproduksi entry level feature phone.

Ada dua perusahaan yang berminat untuk membelinya yaitu Foxconn Technology Group melalui anak perusahaannya FIH Mobile, Ltd. dan HMD Global, Oy yang merupakan perusahaan asal Finlandia. Microsoft rela menjual unit bisnis ponsel murah berfitur dasar tersebut dengan nilai sebesar USD 350 juta. Nilai yang sesungguhnya sangat kecil jika dibandingkan dengan saat dulu mengakuisisinya yaitu sebesar USD 7,2 miliar. Walaupun nilai itu untuk seluruh unit bisnis handset baik smartphone maupun feature phone dan lisensi paten.

Nokia 1100

Sebagai bagian dari transaksi itu, FIH Mobile juga akan mengambil alih pengelola fasilitas produksi Microsoft Mobile Vietnam di Hanoi. Setelah transaksi dituntaskan, sekitar 4.500 pegawai akan dialihkan, atau diberikan kesempatan untuk bergabung dengan FIH Mobile Ltd. or HMD Global, Oy, setelah memenuhi ketentuan setempat.

Sebagai informasi, saat membelinya pada 2014 silam, Microsoft memiliki lisensi untuk menggunakan merek Nokia pada lini smartphone dan produk Lumia hingga 31 Desember 2015. Sedangkan untuk feature phone, Microsoft dapat menggunakan merek Nokia selama 10 tahun atau hingga 2024. Namun waktu selama itu dirasa terlalu lama karena Microsoft gagal memasarkan feature phone Nokia sehingga tidak melanjutkan lini produk Nokia Asha, S40, dan Nokia X.

Microsoft akan terus mengembangkan Windows 10 Mobile dan mendukung ponsel Lumia seperti Lumia 650, Lumia 950 serta Lumia 950 XL, serta berbagai ponsel yang dirakit (OEM) oleh beberapa mitra seperti Acer, Alcatel, HP, Trinity dan VAIO.

Sebagai bagian dari transaksi tersebut, Microsoft akan mengalihkan secara besar-besaran seluruh aset unit bisnis feature phone. Termasuk beberapa merek, perangkat lunak dan layanan, jaringan pelayanan konsumen serta aset-aset lain, kontrak konsumen dan beberapa perjanjian suplai penting, sesuai dengan aturan setempat. Transaksi ini ditargetkan tuntas pada semester kedua tahun 2016, bergantung kepada persetujuan pemerintah dan persyaratan penyelesaian transaksi lainnya.

Berkomentar mengenai akuisisi tersebut, Ramzi Haidamus, president of Nokia Technologies mengatakan bahwa ini menandai awal dari babak baru yang menarik untuk merek Nokia dalam industri. Di mana tetap menjadi nama yang benar-benar ikonik. Alih-alih Nokia kembali ke manufaktur ponsel itu sendiri, HMD berencana untuk memproduksi ponsel dan tablet dengan memanfaatkan dan menumbuhkan nilai dari merek Nokia di pasar global. “Bekerja dengan HMD dan FIH akan membuat kita berpartisipasi dalam salah satu pasar elektronik konsumen terbesar di dunia sembari tetap setia dengan model bisnis lisensi kami saat ini,” pungkasnya.

Akankah dengan pemilik baru ini mereka akan kembali bangkit meraih singgasananya yang sekarang telah dikuasai Samsung? Bagaimanapun juga, nama besar Nokia masih memiliki kekuatan di pasar. Walaupun untuk kembali menduduki singgasananya, mungkin bakal menempuh jalan yang amat panjang dan berliku. Karena kompetisi sekarang semakin ketat di semua lini.