ArenaLTE.com – Isu mengenai peraturan berbagi jaringan aktif (network sharing) terus mengemuka. Beberapa operator ada yang begitu berhasrat aturan ini segera diloloskan meski masih ada pihak yang terlihat enggan. Terlepas dari itu, industri telekomunikasi nasional dianggap membutuhkan network sharing. Karena untuk meningkatkan efisiensi frekuensi yang merupakan sumber daya terbatas dan membuka pemerataan infrastruktur layanan broadband bagi masyarakat.

Menurut Riant Nugroho, Pengajar Kebijakan Publik di Universitas Indonesia, jika network sharing dijalankan, hasilnya adalah kompetisi pelayanan telekomunikasi di setiap kawasan. “Kompetisi pelayanan memberikan dua manfaat pada pengguna yaitu kualitas layanan dan harga yang relatif lebih murah. Dengan demikian terjadi peningkatan produktivitas ekonomi secara rata-rata. Semua operator pasti setuju dengan hal ini,” ujar Riant di Jakarta, Jumat (22/7).

Ia menambahkan, isu utama dari implementasi network sharing adalah win-win solution di antara operator jaringan telekomunikasi. Untuk itu, Pemerintah dalam hal ini Menkominfo perlu menjadikan isu kebijakan ini sebagai agenda Kementerian.

Pendekatan kebijakan yang diperlukan dianggap tidak cukup hanya membawa keberadaan Kemenkominfo sebagai regulator, tetapi juga sebagai fasilitator dan mediator. Pemerintah tidak bisa menyerahkan kepada penyelenggara atau operator jaringan. Karena ada potensi besar ketidaksepakatan di antara mereka.

“Di sini, Menkominfo sebagai pembina industri diharapkan perannya sebagai regulator, fasilitator, dan mediator. Saya yakin Menkominfo bisa melakukannya dengan baik sehingga dalam waktu segera dapat dibuat kebijakan network sharing yang win-win di antara penyelenggara jaringan dan antara penyelenggara jaringan dengan pengguna atau konsumennya,” imbuh Riant.
BACA: Mastel Dukung Network Sharing Antar Operator Indonesia

traffic data indosatDiungkapkannya, Network Sharing merupakan salah satu jalan keluar bagi pemerintah untuk bisa mewujudkan pemerataan pembangunan hingga ke pelosok daerah di luar Jawa secara efisien. Dengan adanya berbagi jaringan ini, maka akan secara langsung memberikan manfaat kepada masyarakat, salah satunya berupa kesempatan mendapatkan tarif layanan telekomunikasi yang lebih murah karena ada keleluasaan sbg hasil kompetisi pelayanan. Dengan keleluasaan tersebut, masyarakat di luar Jawa bisa memanfaatkan layanan telekomunikasi untuk meningkatkan produktivitas di berbagai bidang.

“Network Sharing mendatangkan manfaat yang lebih besar dan menguntungkan bagi masyarakat, serta mendukung visi pembangunan nasional yang dijalankan pemerintah,” tutupnya.

Sebagaimana diketahui, pemerintah saat ini tengah melakukan revisi Peraturan Pemerintah (PP) No 52 tahun 2000 tentang penyelenggaraan telekomunikasi dan PP 53 tahun 2000 tentang frekuensi dan orbit satelit. Revisi dari kedua aturan ini diyakini banyak pihak akan mengubah lanskap dari industri telekomunikasi karena munculnya model bisnis Mobile Virtual Network Operator (MVNO) dan berbagi jaringan aktif (Network Sharing).

Dalam praktik di dunia internasional, Active network sharing adalah mekanisme penggunaan bersama infrastruktur aktif  telekomunikasi antaroperator telekomunikasi.
Ada lima model network sharing, yakni CME Sharing, multi operator radio access network (MORAN), multi operator core network (MOCN), Roaming, dan mobile virtual network operator (MVNO).

Di industri seluler nasional, dua operator yang sudah mengadopsi network sharing untuk 4G adalah Indosat Ooredoo dan XL Axiata dengan konsep MORAN. MORAN adalah operator bisa berbagi BTS, tapi tetap menggunakan spektrum masing-masing.
BACA: Indosat Ooredoo dan XL Axiata Kian Mesra dengan Saling Berbagi Jaringan 4G LTE

Baik Indosat Ooredoor dan XL Axiata menggunakan jaringan LTE yang sama di beberapa kota seperti Banyumas, Surakarta, Batam, dan Banjarmasin. Bahkan berencana untuk memperluas kerjasama ini untuk beberapa kota lain guna mendukung agenda ekonomi digital di Indonesia.

Pada tahap ini network sharing yang dilakukan baru terbatas pada radio access network. Indosat Ooredoo dan XL Axiata berkomitmen melanjutkan kerjasama ini dengan dukungan Pemerintah dengan harapan kerjasama dapat diperluas menjadi core network sharing. Karena ini akan lebih meningkatkan penghematan yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk dapat melayani pelanggan pengguna LTE lebih banyak.