ArenaLTE.com – Salah satu penerapan teknologi ramah lingkungan yang sedang marak diperbincangkan adalah penerapan green data center. Oleh karena itu, banyak perusahaan mulai membangun data center yang hemat energi, dalam rangka menghemat biaya serta meminimalisir dampak terhadap lingkungan. Nah, NetApp merupakan salah satu pendukungnya dengan menawarkan konsep data center hemat energi.

“Green data center merupakan ekosistem data center yang dirancang untuk menghemat penggunaan energi dan mengurangi dampak lingkungan, seperti penggunaan material gedung ramah lingkungan, pemanfaatan tenaga surya atau photovoltaic, penggunaan heat pump, dan penerapan mekanisme daur ulang sampah yang efisien. NetApp, perusahaan terdepan dalam bidang penyimpanan dan pengelolaan data, merupakan salah satu perusahaan yang sudah menerapkan konsep green data center pada pusat penelitiannya di Research Triangle Park (RTP), North Carolina,” kata Ana Sopia, Country Manager NetApp Indonesia.

NetApp menerapkan fitur efisiensi energi pada pendinginan ruangan dengan memanfaatkan udara luar ruangan (free cooling) sebagai pendingin data center, bukan menggunakan air conditioning (paid cooling). Selain itu, NetApp juga menerapkan sistem cold-aisle containment yang menggunakan kontrol tekanan aliran udara untuk proses pendingan. Hal ini dapat mengurangi konsumsi energi yang dihasilkan oleh kipas sehingga mampu memberikan dua manfaat. Pertama, personil dapat memindahkan data center tanpa perlu mengatur kembali keseimbangan sistem suplai udara. Kedua, kabinet data center juga dapat dikonfigurasi untuk densitas daya tinggi yang ekstrim sehingga mampu mengurangi footprint fasilitas secara keseluruhan.

Melalui penerapan green data center ini, NetApp memprediksi mampu menghemat 7,3 juta dolar biaya listrik dan mengurangi emisi karbondioksida sebanyak 93.000 ton setahun atau setara dengan menghilangkan 15,400 mobil dari jalanan. Dan atas usaha ini, Badan Perlindungan Lingkungan (Environmental Protection Agency / EPA), bertepatan pada Hari Bumi, 22 April 2016, memberikan penghargaan untuk data center NetApp, Global Dynamic Lab 2 (GDL-2), yang mendapatkan nilai 100 atau sempurna untuk program efisiensi energi data center Energy Star. Bersama dengan GDL-1, NetApp saat ini memiliki dua data center yang terdaftar dalam 7 data center di Amerika Serikat yang memperoleh nilai sempurna dalam peringkat Energy Star.

“Di Indonesia sendiri, green data center sudah mulai diterapkan oleh perusahaan-perusahaan berbasis TI. Penerapan green data center memang sudah selayaknya dipertimbangkan mengingat pesatnya pertumbuhan data akibat gencarnya digitalisasi dan penggunaan IoT. Memang investasi pembangunan fasilitas ramah lingkungan memakan biaya lebih mahal. Namun, sebenarnya fasilitas ini akan menghasilkan OPEX lebih rendah, sehingga selain menghemat energy, juga efisien secara biaya,” tambah Ana.