ArenaLTE.com – Perusahaan perangkat lunak asal Amerika, Microsoft, menyadari sistem operasi (OS) besutannya rentan terhadap serangan sehingga mudah untuk dibajak. Ada langkah strategi baru yang kini dilakukan perusahaan, langkah yang dianggap terbaik untuk penyelesaian dan antisipasi terutama pada kehadiran OS terbaru mereka untuk atasi Windows 10 bajakan.

Rudy Sumadi, SR Channel Sales Manager SMB Microsoft Indonesia, mengatakan ,”Microsoft nantinya akan berubah menjadi as a service untuk Windows 10. Jadi nantinya kami tidak akan terlalu fokus jualan sistem operasi Windows. Kami akan jadikan sebagai layanan saja, sifatnya nanti akan seperti subscription meski hal ini tidak meng-address Windows 10 bajakan,” jelasnya.

windows-10

Baca juga: Microsoft Klaim Satu Juta Smartphone Telah Gunakan Windows 10

Rudy menambahkan, perusahaan menginginkan bahwa pengguna tetap aman dalam menggunakan sistem operasi, karena biasanya sistem opeasi bajakan sangat rentan terhadap keamanan. “Dengan as a Service yang ada pada Windows 10 tersebut, terutama saat pengguna melakukan upgrade dapat mendorong atau menekan adanya bajakan yang selama ini terjadi,” ujar Rudy.

Sejalan dengan yang diungkapkan Rudy Sumadi, Windows Bussiness Group Loud Microsoft Indonesia, Linda Dwiyanti, mengungkapkan bahwa as a service pada Windows 10 nantinya akan menghadirkan sejumlah fitur yang berbeda setiap rilis versi terbarunya.

“Dalam upgrade yang dihadirkan pada Windows 10 nantinya, akan ada notifikasi dan sejumlah fitur terbaru yang tentunya tidak bisa dilakukan pada OS Windows 10 bajakan. Pembaharuan tersebut tentunya untuk meningkat kan performa, memperbaiki bug dari versi sebelumnya, serta penambahan sistem keamanan yang selalu diperbaiki,” jelas Linda.

Meski demikian, Linda menjelaskan bahwa sebelum membeli sistem operasi Windows 10 nantinya, pengguna bisa memahami penggunaan serta keperluannya. Hal ini untuk mencegah kesalah pahaman yang terjadi, sehingga paham akan fitur dan manfaat kepada pengguna.

“Semisal untuk versi Windows 10 pro, tentunya fitur ini akan lebih bermanfaat dan diperlukan untuk pengguna bisnis. Karena sistem keamanan yang benar-terproteksi, serta pembagian data yang tidak fokus dalam satu tempat saja karena setiap versi OS berbeda fitur. Dan upgrade ini tidak bisa untuk berpindah versi OS, misal dari versi Home menjadi Pro itu tidak bisa,” tambahnya.

Pengguna juga diharapkan memahami tentang fitur dan peruntukkan sistem operasi yang akan dibelinya, sehingga tidak terjad pembelian dua OS yang terbuang.