ArenaLTE.com – Ada lebih dari 3,4 milyar pengguna internet secara global dengan sekitar 6,4 milyar perangkat IoT yang saling terhubung dan terus mendukung pengguna internet tersebut. Hal ini membuat ekosistem terus berkembang dimana arus informasi dan transaksi berseliweran setiap detik.

Gartner bahkan memperkirakan bahwa jumlah perangkat IoT akan semakin membengkak hingga menyentuh angka 20 milyar perangkat pada tahun 2020 mendatang. Mulai dari yang memiliki fungsi sebagai utilitas, transportasi, hingga layanan masyarakat, IoT kian erat kaitannya dalam keseharian hidup kita.

Akan tetapi, di balik berbagai kemudahan yang ditawarkan, IoT juga menjadi magnet bagi penjahat siber yang juga terus mengembangkan kemampuannya dari waktu ke waktu. Kita tentu ingat bagaimana bisnis terus menghadapi berbagai macam ancaman mulai dari worms dan spyware yang sempat heboh di masa lalu, hingga ancaman yang lebih canggih seperti cyber espionage, ransomware, dan malware yang kian canggih, hingga serangan Distributed Denial of Service (DDoS) yang terus menebar ancaman di mana-mana.

Sejak pertama mulai gencar dilancarkan pada akhir tahun 2000-an, serangan DDoS terus menebar ancaman. Pada tahun 2013, dilaporkan bahwa layanan SpamHaus ‘berhasil’ dilumpuhkan akibat serangan 300 Gbps, sementara di tahun 2014 ada sebuah serangan dengan angka fantastis 400 Gbps. Akan tetapi, serangan DDoS terbesar di dunia terjadi pada tahun 2015 dengan serangan hingga 500 Gbps.

Virus DDOS AttackSerangan DDoS modern terus berkembang semakin canggih dan masif kapasitasnya tak lagi hanya mengganggu atau melumpuhkan layanan, namun juga membuat tim keamanan dalam perusahaan terkecoh dengan berbagai variasi ancaman pada infrastruktur. Saat ini berpotensi menjadi lebih besar lagi karena bisa menunggangi perangkat IoT yang online.

Karena itu, sebuah pendekatan hybrid kini sangat dibutuhkan. Terlebih, serangan saat ini dapat dengan cepat membesar, mempermudah seseorang untuk menaklukan sebuah sistem operasional perusahaan dan membuat aplikasi mereka menjadi tidak dapat di akses dan juga berbagai informasi berharga perusahaan.

Untuk menjawab hal tersebut, F5 Network salah satu penyedia layanan solusi jaringan di Indonesia memperkenalkan F5® DDoS Hybrid Defender™ yang mampu menyediakan perlindungan DDoS menyeluruh dalam satu perangkat.

Solusi ini menawarkan perlindungan dari serangan DDoS yang mengombinasikan perlindungan dalam layer 3 hingga 7 dalam jaringan dengan analisis perilaku guna mengidentifikasi dan memitigasi serangan. Selain itu, solusi ini juga dilengkapi dengan mesin yang mampu belajar dan berkembang secara swadaya untuk menghalau ancaman atau trafik yang mencurigakan.