ArenaLTE.com – Singapura, Negara Pulau seluas DKI Jakarta kini sedang gencar-gencarnya melalukan upgrade dan penambahan kapasitas pada jaringan 4G LTE (Long Term Evolution). Setelah pada berita terdahulu telah diwartakan tentang program peningkatan kapasitas oleh operator SingTel dan StarHub, kini giliran M1 Singapura yang juga melakukan langkah serupa. Vendor yang dipercaya juga masih Nokia Networks.

Meski bertajuk pada penguatan kapasitas LTE, apa yang dilakukan M1 Singapura ada perbedaan dengan kompetitornya. Dikutip dari ZDnet.com (19/8/2016), M1 disebutkan akan membangun sistem seluler terintegrasi yang mendukung pada implementasi pada jaringan NB (Narrowband) Internet of Things (IoT). Rencananya proyek ini akan diluncurkan secara komersial pada semester pertama tahun depan.

perekonomian aplikasi di singapuraSaat ini, M1 Singapura diketahui telah menggelar layanan “heterogeneous network” (HetNet) dengan memanfaatkan perangkat small cell dan WiFi hotspot dari Nokia. Nantunya jaringan Hetnet akan dipadukan dengan NB-IoT. Apa yang dilakukan oleh operator ini adalah bagian dari inisiatif untuk membangun Singapura sebagai smart city.

HetNet sampai saat ini disebut-sebut dapat memfasilitasi penggunaan spektrum jaringan nirkabel yang lebih optimal dengan memungkinkan perangkat untuk beralih antara berbagai jenis jaringan nirkabel. Tentu ini akan memungkinkan pengguna smartphone untuk menjelajah secara mulus diaantara jaringan yang berbeda, semisal seamless antara seluler LTE dan akses WiFi.
BACA: Mengenal Teknologi 4G LTE HetNet yang Dikembangkan Nokia 

Dalam sebuah laporan, disebutkan M1 Singapura telah menguji HetNet selama satu tahun lebih di sepanjang area Orchard Road dan stasiun MRT (Mass Rapid Trans). HetNet diproyeksikan mendukung small cell pada wilayah indoor dan outdoor. M1 menyebut bahwa dengan HetNet kecepatan akses download internet telah meningkat 60 persen.

Dalam pengembangan HetNet dan NB-IoT, operator tersebut akan menggelar sistem Nokia Flexi Zone di lebih dari 500 hotspot. Sebagai target, perusahaan akan memastikan HetNet tergelar penuh jaringan MRT, stasiun LRT, pusat perbelanjaan dan kawasan Marina Bay.

Selain itu beberapa small cell akan ditebar di wilayah yang sulit dijangkau, seperti ruang bawah tanah dan ruang parkir basement kendaraan. Pada akhirnya, M1 akan menyebut solusinya sebagai teknologi 4G+ LWA (LTE-WiFi Aggregation). Pada tahun 2017 nanti target kecepatan koneksi yan digadang mencapai 1 Gbps.

Kecepatan seluler yang terbilang fantastis. Kapan operator di Indonesia menargetkan bisa memiliki kecepatan seperti itu? Masih terlalu dini untuk menjawabnya. Mengingat sekarang saja coverage jaringan 4G LTE masih belum merata.