ArenaLTE.com – 4G LTE (Long Term Evolution) hadir dengan beberapa turunan, salah satunya yang dikenal adalah LTE Advanced. Publik di Tanah Air juga agaknya sudah sering mendengar kampanye 4G LTE-A yang digadang Smartfren, sebagai operator pengusung LTE-A pertama di Indonesia.
Baca: Apa Perbedaan Smartfren 4G LTE-A Dengan LTE Biasa?

Masih terkait LTE Advanced, teknologi jaringan mobile broadband yang dirilis pertama kali di Korea Selatan pada Juni 2013 ini, dikabarkan saat ini telah digunakan secara penuh oleh 100 jaringan operator di seluruh dunia.

Dikutip dari telecomasia.net, saat ini terdapat 430 jaringan LTE komesial di seluruh dunia, dan 100 diantaranya menggunakan LTE Advanced. Kelompok industri 4G Americas belum lama juga menyebut, populasi pengguna 4G global terus meningkat, hingga kini sudah melewati angka 907 juta subscriber. Dan diperkirakan pada tahun 2020 akan menyentuh angka pengguna 3,6 miliar.
Baca juga: Antisipasi Lonjakan Data, XL Uji Coba Teknologi LTE-A LAA

“Kami berharap semua operator dapat mengimplementasikan LTE Advanced, pasalnya ini adalah roadmap yang sangat kuat dalam segi inovasi, ditambah LTE-A menjadi jembatan yang kuat saat implementasi 5G dijalankan,” ujar Chris Pearson, presiden 4G Americas.  Pasar LTE-A diprediksi akan terus berkembang hingga nanti tahun 2020, saat 5G masuk tahap komersial. Kelompok standarisasi global 3GPP malah telah mengumumkan hadirnya turunan LTE-A, yakni LTE Advanced Pro yang mempersiapkan tools-tools 5G secara lebih matang.

Adopsi teknologi baru ini dipandang mempunyai banyak keunggulan, diantaranya dapat  menggabungkan teknologi TDD (Time Division Duplex) dan FDD (Frequency Division Duplex) dalam satu perangkat dan jaringan yang disebut Carrier Aggrregation. Nah, dengan Carrier Aggregator inilah layanan operator akan menjadi satu kesatuan yang saling mengisi.