ArenaLTE.com – Vendor global asal Cina, Lenovo, belum lama ini telah mengumandangkan strategi kedepan untuk memaksimalkan layanannnya. Dalam kampanye yang oleh beberapa pengamat disebut ambisius, Lenovo telah mengumumkan rencana untuk mengembangkan solusi terpadu untuk jaringan telekomunikasi yang dipersiapkan sebagai tulang punggung bagi rich mobile content, Internet of Things (IoT), dan dukungan mobile broadband 4G/ 5G.

Ambisi Lenovo ini terkait dengan upaya mendukung penuh program kerja operator seluler untuk membangun data center generasi mutakhir dengan mengusung open source guna merespon permintaan darin klien yang dinamis, hemat biaya, dan tentunya dengan aristektur yang fleksibel.

Seperti dikutip dari Telecomasia.net (5/7/2016), Lenovo dalam ajang Red Hat Summit mengumumkan inisiatif dukungan dalam bentuk implementasi Open Platform@Lenovo (OP@L), yang akan didukung oleh perangkat lunak Red Hat stack untuk network function virtualization (NFV) dan berjalan pada open compute platform (OCP) compliant infrastructure. Dengan OP @ L, Lenovo berencana untuk memajukan arsitektur NFV secara terbuka yang dapat disesuaikan dan aman untuk mengatasi kebutuhan menuntut penyedia layanan.

Untuk memajukan rencananya pada industri telekomunikasi, Lenovo telah bergabung dengan proyek Open Platform for NFV (OPNFV) sebagai anggota platinum. OPNFV adalah carrier-grade, platform yang Open Source terpadu yang menyediakan solusi dan layanan canggih menggunakan NFV. Sebagai anggota platinum, Lenovo mendapatkan kursi di Komite Teknis Pengarah.

Implementasi teknologi NFV dan akses mobile broadband 4G LTE (Long Term Evolution) juga sudah diadaptasi langsung oleh operator seluler di Tanah Air. Contohnya seperti XL Axiata yang mulai menerapkan NFV pada jaringan telekomunikasi miliknya. Teknologi ini diterapkan pada mobile packet gateway 4G LTE.

Keunggulan NFV dapat membantu operator untuk tidak perlu lagi harus membeli software sekaligus hardware yang menyatu, namun cukup menerapkan software-nya saja di perangkat keras. Teknologi ini sangat mendukung upaya efisiensi yang sedang diterapkan pihak operator, dan membuat pelanggan merasakan internet yang lebih stabil terutama saat suatu kawasan sedang dipadati oleh banyak orang. Dengan menggunakan teknologi NFV, XL juga bisa memanfaatkan server yang sudah ada sebagai gateway IoT atau M2M. XL Axiata sendiri menunjuk vendor jaringan asal Swedia, Ericsson untuk menggarap NFV dan hyperscale cloud.