ArenaLTE.com – Winners take all, ya ibarat pepatah penguasa atau pemenang berhal mengambil apa saja dari milik lawan. Begitupun dalam industri telekomunikasi. Beberapa tahun lalu, Nokia Networks secara perlahan berhasil ‘menghapus’ identitas nama Siemens. Dilanjutkan ketika Microsoft Windows menghapus identitas Nokia di lini smartphone Lumia. Kini giliran muncul kabar Lenovo akan secara perlahan menghapus identitas nama Motorola di segmen smartphone.

Lenovo tercatat pada tahun 2014 telah berhasil mengakuisisi Motorola Mobility dari Google. Bila di babak awal Lenovo berkomitmen untuk melindungi dan memperkuat merek legendaris ini di smartphone, maka saat ini Lenovo yang berbasis di Cina mengubah total arah strateginya. “Kami perlahan-lahan akan menghapus Motorola,” kata Rick Osterloh, Kepala Motorola Operating Officer, seperti dikutip dari Ubergizmo.com (7/1/2016).

Bisnis ponsel Motorola sekarang akan berada di bawah nama Lenovo, yang berarti akan digabung dengan bisnis ponsel Lenovo. Smartphone high-end Lenovo akan menggunakan merek Moto sedangkan handset dengan harga ramah kantong akan menggunakan merek Vibe.

Ke depannya, produk Moto akan menampilkan logo biru Lenovo. Meski demikan, logo “M” yang merupakan ciri khas Motorola akan tetap ada. Bagaimanapun juga, nama ini tidak akan sepenuhnya lenyap, akan hidup sebagai sebuah divisi di bawah Lenovo.

Bagaimana dengan respon dari pemerhati industri? Carolina Milanesi, seorang analis dari Kantar Worldpanel mengatakan Lenovo bukanlah merek yang buruk, tetapi Motorola sudah berdiri sejak lama, terlebih di pasar ponsel. “Keputusan untuk menggunakan nama Moto bisa jadi akan digemari oleh para pencinta Android untuk membuat orang lebih mengenal Lenovo. Pasalnya, Lenovo sudah terlanjur dikenal sebagai salah satu produsen PC terbesar di dunia, bukan sebagai produsen ponsel atau perangkat mobile lainnya,” ujarnya.

Pada saat akuisisi, Lenovo membeli dari Google dengan nominal US$2,91 miliar. Angka tersebut terdiri dari US$660 juta secara tunai, US$750 juta dalam bentuk saham baru Lenovo, sisanya dibayarkan kepada Google.