ArenaLTE.com – Raksasa telekomunikasi asal Inggris British Telecom (BT) belum lama ini mengumumkan bahwa mereka telah mengantongi lisensi untuk pengoperasian Siskomdat (sistem komunikasi data) di Indonesia. Lisensi ini memberi keleluasaan bagi BT untuk menawarkan portfolio layanan dan aplikasi jaringan TI secara langsung kepada para pelanggan di Indonesia.

 

Ron Totton, Managing Director, BT DE Asia, menjelaskan bahwa pemberian lisensi Siskomdat ini memungkinkan mereka untuk memberikan portfolio layanannya langsung kepada pelanggan di Indonesia. British Telecom sendiri secara resmi telah diizinkan untuk beroperasi di Indonesia sejak 4 Agustus lalu.

Diungkapkan, lisensi ini mencakup seluruh layanan komunikasi data, di mana BT fokus kepada produk enterprise dan layanan untuk perusahaan berskala besar. Contoh-contoh produk yang akan ditawarkan BT di Indonesia adalah Secure Network (IP Connect Global, Private Line Global) dan Unified Communications (termasuk Video Conferencing).

“Perusahaan-perusahaan Indonesia ataupun perusahaan-perusahaan multinasional yang berinvestasi di Indonesia, kini dapat meningkatkan daya saing mereka dengan memanfaatkan layanan jaringan TI dari BT yang berskala global. Target utama BT di Indonesia adalah perusahaan multinasional yang beroperasi di Indonesia dan perusahaan lokal berskala besar,” ujar Ron Totton saat dikonfirmasi ArenaLTE.com.

Perusahaan mengklaim telah membangun infrastruktur di Indonesia. Hal ini dilakukan sebagai wujud komitmen jangka panjang kami di Indonesia. “Kami mempunyai 2 Global Point-of-Presence di Jakarta dan masih terus menjajaki kemungkinan-kemungkinan untuk mengembangkan infrastruktur kami di masa mendatang. Ke depannya, kami akan melihat lebih banyak peluang untuk mengembangkan bisnis kami di pusat-pusat bisnis di seluruh Indonesia. Kami juga telah membuat customer showcase di kantor kami di Jakarta, sehingga memungkinkan pelanggan untuk langsung merasakan produk dan servis yang kami berikan,” jelasnya.

Sebagai operator asing, BT akan memanfaatkan dan terus mengembangkan infrastruktur di wilayah Asia. Termasuk infrastruktur di Singapura yang merupakan pusat British Telecom di Asia Tenggara.

Baru-baru ini, BT meluncurkan infrastruktur cincin kabel serat (fibre ring) di Singapura yang menghubungkan enam pusat data milik pihak ketiga dengan jaringan BT, sehingga dapat meningkatkan kapasitas dan ketahanan jaringan. Lebih dari 28 Ethernet Connect Global Point-of-Presence (PoPs) baru juga telah ditambahkan ke dalam infrastruktur yang sudah ada dalam kurun waktu 6 bulan terakhir dan beberapaaccess point internet tambahan telah diluncurkan di Hong Kong, Singapura, Australia, Jepang, dan Afrika Selatan.

Sebagai informasi, BT sudah membangun kantor pusat operasional wilayah Asia Pasifik di Hong Kong pada tahun 1985. Kini, Hong Kong menjadi kantor pusat operasional BT di Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika (AMEA). BT sudah mendukung lebih dari 1.000 perusahaan dari 26 kantor di wilayah ini.