ArenaLTE.com – Walaupun 4G LTE kian digencarkan, bukan berarti teknologi 3G ditinggalkan. Justru masih terus dipelihara dan diperluas jangkauannya. Hal itu yang dilakukan oleh XL Axiata. Operator ini terus melakukan perluasan layanan 3G XL secara signifikan setelah menggunakan frekuensi 900 MHz.

Sejak dilakukan implementasi pada awal Oktober 2016 lalu, dalam waktu relatif singkat, layanan 3G XL telah menjangkau sekitar 350 kota dan kabupaten di berbagai wilayah di Tanah Air, dari sebelumnya sekitar 40 kota. Jangkauan layanan meningkat hingga 6 kali lipat.

Direktur/Chief Service Management Officer XL, Yessie D. Yosetya mengatakan perluasan jangkauan wilayah layanan 3G ini merupakan upaya perusahaan untuk terus meningkatkan layanan kepada pelanggan dan masyarakat. Dengan adanya layanan 3G XL, berarti akses ke internet dan layanan data menjadi lebih lancar.

Baca juga:
* Begini Nasib Layanan 2G/3G Tri di Tanah Air
* Bagaimana Nasib Layanan 2G/3G Telkomsel Paska Masuknya 4G LTE?
* Indosat Ooredoo: Usia Jaringan 3G di Indonesia Tinggal 5-6 Tahun Lagi

Yessie menambahkan, perluasan layanan 3G XL akan terus dilakukan. Pihaknya menargetkan, sekitar 150 kota-kota dan kabupaten lainnya akan terjangkau 3G hingga akhir tahun ini. Upaya perluasan layanan 3G ini juga seiring dengan implementasi layanan 4G yang juga juga terus meluas.

“Dengan perluasan layanan 3G, berarti akan semakin banyak pula pelanggan XL kini beralih dari layanan 2G ke layanan 3G. Berarti pula, mereka akan semakin siap untuk selanjutnya meningkat ke layanan 4G di masa mendatang. Apalagi, penetrasi layanan 4G juga cukup massif hingga ke kota-kota kecil,” ujar Yessie.

Yessie D. Yosetya
Direktur/Chief Service Management Officer XL, Yessie D. Yosetya (Foto: Hendra/ArenaLTE)

Perluasan layanan 3G berkecepatan tinggi ini tidak hanya di Jawa, tetap juga di luar Jawa. XL bahkan memberikan perhatian khusus pada daerah di luar Jawa, termasuk pembangunan berbagai infrastruktur yang akan memangkas kesenjangan kemajuan antardaerah.

Banyak di antara kota-kota baru yang saat ini sudah terjangkau layanan 3G berkecepatan tinggi ini merupakan daerah pelosok, namun memiliki sumberdaya alam melimpah. XL berharap, tersedianya layanan 3G di sana akan bisa mendorong percepatan pertumbuhan perekonomian setempat.

Penambahan layanan 3G XL ini mencakup area yangt luas. XL juga menambahkan kapasitastransport dan backbone antarpulau untuk memastikan penambahan trafik di area 3G akan dapat terhubung dengan baik dengan area lainnya. Pada tahap awal, hingga saat ini, layanan 3G berkecepatan tinggi ini didukung oleh lebih dari 11.000 BTS 3G baru yang telah dibangun dan akan terus bertambah ke depannya.

 

 

 

 

XL telah menyiapkan jaringan untuk proyek 3G sejak jauh-jauh hari sebelumnya. Kini pelanggan diklaim bisa semakin nyaman untuk menikmati layanan ini. Karena rata-rata ponsel 3G yang dijual di pasar saat ini sudah bisa mengakses layanan data di frekuensi 900 MHz. XL yakin perluasan layanan 3G berkecepatan tinggi hingga ke pelosok daerah akan mendapatkan sambutan yang baik dari masyarakat.

Dari sisi kualitas, layanan 3G yang baru ini dianggap memiliki kualitas lebih baik. Antara lain berupa kemampuan menangkat sinyal 2 kali lebih kuat saat berada di dalam ruangan (indoor). Penetrasi sinyal 3G di dalam ruangan menjadi lebih stabil dan cepat. Kecepatan bisa dihadirkan mencapai 21 Mbps. Dari total keseluruhan pelanggan XL saat ini, lebih  40% yang masih menggunakan jaringan 2G. Sementara itu secara industri, sebanyak 60-70% pelanggan masih menggunakan 2G.