ArenaLTE.com – Tak lama lagi, perayaan Natal akan segera dirayakan dan beragam kemeriahaan siap melengkapi momen spesial ini. Selain hadirnya pernak pernik seperti pohon natal, tak lupa hiasan lampu warna warni menjadi sajian yang khas setiap akhir tahun. Namun baru-baru ini ada pernyataan dari Ofcom, regulator telekomunikasi di Inggris, disebutkan bahwa ada beberapa hal yang dapat mengganggu kualitas sinyal WiFi (Wireless Fidelity). Faktor apa saja itu?

Berdasarkan aplikasi WiFi Checker yang dirilis Ofcom untuk smartphone Android dan iOS, tersebut ada layar monitor TV, speaker stereo, dan lampu natal. Yang disebut terakhir ini yang kemudian memicu pergunjingan di publik. Apakah pernyataan Ofcom lebih untuk mencari sensasi jelang musim liburan natal. Namun jangan salah sangka dulu, Daniel Carpini, Vice President of Marketing xG Technology, developer perangkat komunikasi untuk beberapa peralatan militer AS, punya pandangan, “sangat mungkin efek cahaya lampu Natal dapat menganggu kinerja router broadband.”

Seperti diketahui, gadget elektronik menghasilkan medan elektro magnetik. Nah, untuk lampu Natal meski berukuran kecil, tetap memancarkan sejumlah energi, apalagi bila lampu Natal dirangkai dalam jumlah banyak. “Jika yang digunakan lampu Natal dengan kabel unshielded, maka sangat mungkin mempengaruhi frekuensi radio di sekitaran,” ujar juru bicara Linksys. Sebagai solusinya, disarankan untuk membungkus lampu bila letaknya berdekatan dengan WiFi router.

Sebaliknya juru bicara Cisco di NBC News mengungkapkan, “kami belum melihat adanya gangguan signifikan dari lampu Natal terhadap sinyal WiFi. Tapi bisa jadi pengguna akan mengalami gangguan sinyal WiFi yang berasal dari switch pengendali untuk mematikan dan menghidupkan lampu Natal tersebut.”

Namun juru bicara dari Cisco dan Linksys bersepakat bahwa tidak ada gangguan yang serius dari lampu Natal terhadap sinyal WiFi. Sebagai antisipasi, disarankan untuk sedikit menjauhkan lokasi router WiFi dari rangkaian lampu Natal. Dan tentunya akan lebih optimal lagi bila lokasi router WiFi diberi jarak yang cukup dari perangkat berpemancar gelombang radio, sehingga risiko interferensi sinyal dapat dikurangi.