ArenaLTE.com – Menjelang akhir Oktober ini, Samsung membukukan kinerja perusahaan pada kuartal ketiga tahun 2015. Dikutip dari Bloomberg.com (28/10/2015), laba bersih Samsung pada kuartal ketiga tahun ini mencapai US$4,7 miliar. Dari sisi keuntungan, kinerja Samsung mengalami penurunan dibanding periode sebelumya.

Samsung menyatakan di kuartal ini terjadi peningkatan penjualan smartphone yang signifikan terutama dengan meningkatnya pengapalan Galaxy Note5, Galaxy S6 Edge+ dan seri Galaxy A maupun Galaxy J. Meski demikian, karena terjadi penyesuaian harga Galaxy S6 dan Galaxy S6 Edge yang diturunkan serta lebih banyak pengapalan produk menengah ke bawah, laba menjadi turun.

Kinerja Samsung pada penjualan smartphone high end masih belum bagus, terutama pada flagship Samsung Galaxy S6. Padahal Samsung telah menggelontorkan uang untuk belanja modal sebesar US$24 miliar pada tahun ini, atau naik 14 persen dibanding belanja modal tahun sebelumnya.

Peningkatan belanja pemasaran, termasuk program rabat US$120, ternyata belum memicu penjualan perangkat premium yang diharapkan bisa menghasilkan margin keuntungan lebih banyak.

Sebagai upaya untuk mendongkrak pemasukan, Samsung melakuka berbagai strategi. Salah satunya melakukan investasi dalam industri chip komputer dan mencoba menghidupkan kembali permintaan Samsung Galaxy di kelas high end lewat pembayaran mobile baru Samsung Pay. Dari sisi desain, Samsung akan merilis perangkat yang lebih besar setidaknya sebulan sebelum iPhone baru diluncurkan.
Baca: Perkuat Chipset Exynos, Samsung Berencana Kembangkan Prosesor Grafis (GPU) Sendiri

Samsung berencana berinvestasi sebesar 4 triliun won untuk meningkatkan pembuatan panel layar organic light-emitting diode (OLED) sebagai upaya meningkatkan penjualan komponen perangkat keras guna mengimbangi pendapatan dari ponsel pintar yang mulai lemah. Seorang juru bicara Samsung Display mengatakan, lini produksi baru tersebut akan membuat layar OLED berukuran kecil dan menengah untuk memenuhi permintaan perangkat ponsel pintar dan tablet. Investasi ini akan digelontorkan mulai tahun 2015 hingga 2017. Samsung tak hanya melayani pesanan layar OLED dari internal, tetapi juga dari pihak luar yang meminta pasokan komponen layar.

Lembaga pemeringkat Fitch Ratings memprediksi pamor Samsung Electronics di pasar smartphone global mulai memudar ditandai penurunan pendapatan dari bisnis mobile di perusahaan tersebut yang  turun 8 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya. Dalam kalkulasi Fitch, Samsung saat ini menghadapi tantangan penurunan bisnis smartphone dan kepemimpinannya di pasar smartphone juga mulai dipertanyakan. Jika ada peningkatan profitabilitas, diperkirakan hanya untuk waktu singkat.

Kinerja Samsung per 30 Juli 2015 memperlihatkan tren penurunan, terutama akibat penurunan pendapatan mobile sebesar 8 persen (yoy). Laba operasi dari divisi IT and Mobile Communications (IM) juga turun 38 persen, sementara secara total laba perusahaan turun 7 persen secara kuartalan dan 4 persen.