Hanya memproduksi smartphone high-end, kinerja penjualan Apple yang bagus membuat keuntungan sangat besar dan saham meroket.

ArenaLTE.com – Meski hanya mampu menjual 14,5 persen dari total volume produksi, disebutkan Apple kini telah menikmati 94 persen keuntungan pasar smartphone global. Porsi Apple dari total keuntungan industri smartphone telah tumbuh 94 persen selama bulan September lalu, atau naik dari 85 persen dari tahun lalu.

Secara keuntungan ini memang luar biasa, terlebih dari kinerja penjualan Apple untuk iPhone, membuat harga saham Apple meroket. Dari sisi kuantitas atau volume, Apple masih yang kedua dalam pengiriman kolektif.
Baca juga: Rencana Pembangunan Kantor R&D Apple di Indonesia

Menurut lembaga penelitian Canaccord Genuity, Samsung, sebagai pemegang lisensi Android terbesar sejauh ini mengambil pangsa 11 persen dari total pendapatan operasional. Sebagian besar pembuat ponsel lainnya melaporkan laba operasi yang negatif. Mike Walkley, analis dari Canaccord menyebut kerugian yang diderita oleh HTC, BlackBerry, Sony dan Lenovo (yang kini memiliki Motorola) terletak pada ketidakmampuan mereka untuk bersaing di pasar smartphone high end yang punya harga diatas US$400.

Dikutip dari appleinsider.com (16/11/2015), kinerja penjualan Apple telah berhasil memperoleh pangsa besar atas laba meskipun memproduksi hanya 14,5 persen (48 juta) dari smartphone yang terjual di kuartal ini. Sementara itu Samsung diperkirakan mengirimkan 81 juta unit ponsel pada kuartal yang sama. Harga jual rata-rata iPhone di kuartal tersebut adalah US$670 dengan margin laba operasi 37 persen, sementara Samsung Galaxy series hanya menjual rata-rata smartphone di harga US$180.

Sementara analis Katie Huberty dari Morgan Stanley menyebut, “Kami percaya bahwa iPhone akan tumbuh di Q1, dan kami mendasarkan bahwa pada apa yang kami lihat dari sudut pandang konsumen. Kami juga mencatat pada kuartal terakhir telah terjadi peralihan tertinggi dari Android ke iOS, sebesar 30 persen. Jadi kami melihat ada potensi besar bagi kinerja penjualan Apple untuk terus memperkuat posisi pasarnya.”

Apple mencatatkan pendapatan 51,5 miliar dolar (Rp700 triliun) di triwulan yang berakhir pada tanggal 26 September tersebut, dengan 62 persen pendapatan berasal dari luar Amerika Serikat. Dari pendapatan tersebut tercatat keuntungan bersih sebesar US$11,1 miliar (Rp151 triliun).

Pendapatan Apple berarti naik dari 42,1 miliar dolar dengan keuntungan 8,5 miliar dolar yang dicapai Apple pada triwulan keempat tahun fiskal 2014 lalu. Selain itu Apple juga mencatat bahwa margin keuntungan kotornya naik dari 38 persen menjadi 39,9 persen. Apple juga mencatat bahwa tahun fiskal 2015 menjadi tahun fiskal paling sukses dengan total pendapatan mencapai hampir 234 miliar dolar (hampir Rp3200 triliun). Pendapatan tahun ini meningkat 28 persen dibandingkan tahun sebelumnya.