ArenaLTE.com –¬†Meski masih bertengger di singgasana vendor jaringan terbesar di dunia, khususnya pada pasar RAN (Radio Access Network), namun Ericsson merasa tidak puas atas pencapaiannya. Kinerja Ericsson terkait pendapatan pada kuartal pertama (Q1) 2016 disebut-sebut berada jauh dibawah harapan. Sebagai dampak lanjutan, perusahaan yang berbasis di Swedia ini dikabarkan akan melakukan serangkaian langkah restrukturisasi.

Seperti dikutip dari situs Telecomasia.net (22/4/2016), perusahaan melaporkan kenaikan laba bersih 49% secara year-on-year untuk kuartal ini sebesar USD 242,6 juta, namun sejatinya kinerja Ericsson dalam hal pendapatan turun 2% menjadi USD 6,4 miliar. CEO Ericsson Hans Vestberg menyebut bahwa perusahaan tidak puas dengan pertumbuhan dan perkembangan profitabilitas kami secara keseluruhan selama tahun terakhir. Untuk mendongkrak kinerja Ericsson, mereka berencana melakukan serangkaian perubahan organisasi dan struktural yang bertujuan membantu merangsang perubahan haluan.

Sebagai bagian dari restrukturisasi, perusahaan akan membagi keseluruhan operasinya menjadi lima unit bisnis dan satu kelompok pelanggan khusus untuk industri dan masyarakat. Nantinya, core bisnis perusahaan akan terdiri atas unit bisnis dua jaringan, yakni produk jaringan dan layanan jaringan. Layanan jaringan bisnis akan fokus pada layanan yang dikelola, rollout jaringan serta dukungan ke pelanggan.

Dua unit bisnis baru mereka yakni IT dan cloud juga akan didirikan, yang juga akan berfokus pada produk dan layanan masing-masing. Unit bisnis terakhir akan fokus pada media, termasuk penjualan perangkat lunak dan penawaran lain untuk mendukung operasi konsultasi, integrasi sistem dan siaran jasa perusahaan. Seperti diketahui, pada awal April ini Ericsson dikabarkan telah mengakuisisi layanan otomatisasi data center NodePrime, startup asal San Francisco yang selama ini membantu Ericsson mengelola pusat data mereka.

Vestberg mengatakan bentuk restrukturisasi menjadi bagian dari upaya vendor untuk mencapai 9 miliar krona pada efisiensi penghematan selama tahun 2017. Sampai dengan berita ini diturunkan, Ericsson belum mengungkapkan apakah restrukturisasi akan melibatkan PHK lebih lanjut melebihi 2.200 karyawan yang diumumkan pada tahun lalu.