ArenaLTE.com – Ketika Internet of Things (IoT) menjadi proyeksi pengembangan teknologi oleh banyak vendor, maka salah satu jaringan yang dipilih sebagai platform adalah 4G LTE (Long Term Evolution). Namun mengingat 4G LTE banyak dirumuskan dalam turunan (kategori), lantas menjadi pertanyaan, kategori LTE apa yang paling ideal untuk menyokong IoT?

Menjawab pertanyaan di atas, Andrew Pockson, marketing manager dari Anglia Components menuangkan pendapatnya yang dirangkum dalam situs newelectronics.co.uk (3/9/2016). Andrew menyebut bahwa adopsi LTE tidak akan menggunakan versi tunggal, melainkan ada beberapa kategori yang dapat diterapkan pada IoT. Penggunaan beberapa kategori LTE dikaitkan dengan kebutuhan dari device (perangkat) dan sifat dari sistem yang dibangun oleh pengembang IoT.

Bila merujuk ke lisensi dari 3GPP, maka LTE dapat digunakan untuk aplikasi M2M (machine to machine) dan IoT dalam empat kategori LTE. Yakni LTE Cat 1, Cat 0, Cat M1 dan Cat (Narrowband) NB-IoT. “Cat 0 dapat diabaikan sebab dipandang punya bit yang rendah dan beberapa manufaktur bahkan tidak memilikinya roadmap di kategori Cat 0. Sementara Cat 1 saat ini sedang dan terus digunakan untuk aplikasi IoT, bahkan akan ditambahkan dukungan link voice,” tulisnya.operator seluler internet of things

Namun bicara tentang masa depan, kategori yang akan dipilih adalah yang menggunakan narrow band (spektrum sempit). Seperti M1 dipandang sebagai yang paling maju dan diperkirakan akan tersedia pada awal tahun 2017. Untuk NB-IoT lebih populer di kalangan operator seluler, sebab dipercaya sebagai platform ideal yang memungkinkan penyebaran sampai tahun 2018.

Salah satu perbedaan antara M1 dan NB-IoT adalah data rate,  M1 punya data rat dikisaran 375 Kbps dan puncaknya hingga 1 Mbps menggunakan full duplex. Sementara NB-IoT punya data rate sekitar 50 Kbps. Kecilnya data rate NB-IoT dipandang pas untuk mendukung transmisi perangkat pembacaan meter untuk gas atau listrik. Lain dari itu untuk Cat 1, punya keunggulan dapat menangani tranmisi suara, melampaui 10 Mbps untuk uplink dan 5 Mbps untuk downlink.

M1 memiliki keuntungan dari mobilitas terbatas, sedangkan NB-IoT adalah murni untuk instalasi tetap. Cat 1 lebih mirip dengan standar 2G dan 3G yangb telah kita kenal selama ini, Cat 1memiliki mobilitas yang lebih lengkap, sehingga cocok mendukung aplikasi dalam otomotif, seperti connected car dan aplikasi logistik. Banyak pengamat yang percaya bahwa NB-IoT dapat membentuk backbone untuk smart building dan smart city.