ArenaLTE.com – Terus lesunya pasar penjualan smartphone Microsoft, akhirnya berdampak langsung pada eksistensi tenaga kerja. Kabar terakhir yang dikutip dari GSMArena.com (11/2/2016), puluhan karyawan Microsoft dari divisi mobile (pemasaran) terancam dirumahkan. Hal ini dikarenakan Microsoft berencana melakukan restrukturisasi perusahaan dalam rangka mengembalikan citra Nokia sebagai produsen ponsel terbesar.

Dalam beberapa tahun terakhir Microsoft memecat ratusan orang di seluruh dunia, namun pemecatan paling banyak terjadi di divisi mobile. Setelah mencatat penurunan pemasukan sebesar US$7,6 miliar, lebih dari 7.800 mantan karyawan Nokia itu kehilangan pekerjaan. Berita ini datang dari koran Finlandia, Helsigin Sanomat, yang mengklaim sebagian besar karyawan adalah dari divisi mobile (pemasarn). Mereka juga mengatakan gelombang pemecatan terjadi baru-baru ini.

Selama tahun lalu, Microsoft hanya menjual 4,5 juta smartphone Lumia. Pihak perusahaan memperingatkan angka ini jauh dari target yang diharapkan. Ke depannya, Microsoft berencana mengurangi peluncuran smartphone baru dan mulai berfokus ke perangkat lain, seperti rumor smartphone seri Surface.

Pengurangan karyawan divisi mobile ini dianggap sebagai perubahan strategi Microsoft di bawah Satya Nadella. Microsoft kini lebih menyederhanakan bisnisnya dengan menggandeng rekanan untuk Windows Phone sembari tetap melakukan inovasi dalam hal software Windows Phone mengikuti model pengembangan Windows pada PC.