ArenaLTE.com – Bicara tentang keselamatan berkendara, parameternya lumayan banyak, tapi salah satu yang layak dipasang pada jalan raya adalah kamera pengawas atau kamera pengintai untuk mengetahui kondisi yang terjadi di jalan raya secara real time. Tapi kamera lalu lintas seperti itu sudah biasa, di Indonesia juga sudah banyak terpasang, tapi lain hal dengan kamera pemantau insiden atau kecelakaan, yang ini butuh spesifikasi tersendiri.

Kamera pemantau kecelakaan tak hanya dibutuhkan oleh aparat kepolisian, lebih jauh seperti di negara-negara maju, kamera lalu lintas jenis ini juga sangat diperlukan oleh pihak asuransi, maklum perusahaan asuransi membutuhkan rekaman yang otentik dan cepat didapat untuk proses validasi pencairan klaim pada korban. Nah, seperti di Inggris, negeri yang dikenal sebagai kiblatnya teknologi 4G LTE (Long Term Evolution) dikenal dengan perangkat kamera lalu lintas yang disebut smartwitness.

Aslinya SmartWitness adalah perusahaan yang berbasis di Inggris yang memproduksi beragam sistem keamanan pada kendaraan. Dan terobosan SmartWitness adalah kamera KP1. Jenis kamera lalu lintas ini pertama kali dipamerkan dalam ajang Commercial Vehicle Show 2014 di kota Birmingham, Inggris. Apa yang menarik dari KP1 adalah kemampuan mengompresi rekaman video dalam waktu 60 detik setelah terjadinya insiden kecelakaan lalu lintas, dan kemudian mengirimkan materi data lewat jaringan 3G atau 4G.

Oleh SmartWitness, jenis kamera lau lintas ini bisa menjadi solusi efektif dan efisien, sebab mengandalkan jaringan wirless yang mudah dalam deployment. Perlu dicatat, ‘saksi pintar’ KP1 tidak dipasang di tiang-tiang pinggir jalan raya, melainkan dipasang di dekat kaca spion. Dan dirancang sebagai saksi yang valid jika terjadi suatu insiden terjadi. KP1 dilengkapi kamera auto focus yang menghadap ke depan, dan kamera belakang yang diposisikan untuk memantau kondisi samping atau interior.

SmartWitness KP1 kamera lalu lintasDalam sebuah pod, KP1 dilengkapi modul built in GPS (global positioning system) yang terintegrasi dengan aplikasi Google Maps, Google Street View, dan Google Earth. Sudut pandang kamera dapat merekam selebar 170 derajat. Sementara data yang dapat direkam mencakup lokasi kecelakaan, kecepatan, akselerasi, momen pengereman, dan pola mengemudi.

Namun bekal sensitivitas pada KP1 sejatinya terletak pada sensor Bosch G, sensor ini mampu mendeteksi insiden dan menangkap 10 detik klip dari peristiwa tersebut dan otomatis melalukan kompresi file video sebesar 150 Kb. Dengan ukuran file video yang kecil, memungkinkan data dapat dikirimkan dengan mudah lewat jaringan 3G/4G ke setiap penerima yang sudah ditentukan sebelumnya.

Sebagai perangkat yang dirancang untuk outdoor, pod KP1 terbuat dari bahan polikarbonat dan dilengkapi pengunci. Sebagai sumber tenaga menggunakan jenis baterai pada kendaraan atau bisa juga dicolokkan ke cigarette lighter plug. Mendukung gagasan smart city, KP1 juga dapat diintegrasikan dengan WiFi, WiMax dan Bluetooth. KP1 per unitnya dijual US$504 untuk versi 4 GB, dan US$638 untuk model 64 GB.