ArenaLTE.com – Pusat keamanan perangkat lunak Nokia Security Center yang berada di Berlin, menyatakan bahwa dalam jaringan seluler terdapat banyak peningkatan aktivitas malware. Meningkatnya aktivitas dalam jaringan tersebut, dicatat perusahaan melalui Nokia Threat Intelligence Lab berkisar 60% yang menunjukkan serangan infeksi malware menuju perangkat Windows berbasis PC maupun Laptop.

Dalam keterangan resmi yang dirilis perusahaan, diungkapkan jelas bahwa aktivitas malware dalam jaringan mobile yang meningkat besar ada dalam perangkat basis iOS. Kecanggihan sistem perangkat lunak ini mirip dengan ransomeware. Sehingga tidak hanya merusak sistem namun juga akan mengunci data atau menyanderanya untuk memperoleh tebusan sejumlah uang dari pengguna agar dibebaskan.

Laporan dari hasil kajian lapangan ini, mengungkapkan bahwa infeksi malware dari jaringan bergerak ke perangkat komputer berbasis laptop maupun PC sangat meningkat cepat. Nokia telah berhasil melakukan kajian dengan mendeteksi malware dari 100 juta perangkat tersebut.

Tak hanya memonitor aktivitas infeksi malware yang ada saat ini, cara penyebaran yang dilakukan penjahat cyber pun terekam dalam hasil riset Nokia Threat Intelligence, seperti:

  • Penurunan serangan malware dari iklan atau adware yang biasa tampil saat mengakses situs dari PC, tercatat mengalami penurunan dari 0,75% menjadi 0,49% terutama pada perangkat berbasis Windows. Merosotnya serangan ini terekam pada pertengahan tahun 2016.
  • Dalam periode waktu yang sama, terungkap juga bahwa infeksi ke dalam smartphone telah meningkat signifikan. Hasil catatan riset yang dilakukan perusahaan, ada sekira 60% peningkatan yang terdeteksi terjadi pada aktivitas jaringan mobile.
  • Nokia Threat Intelligence juga mengumumkan bahwa platform mobile yang menjadi target besar penyerang, adalah OS Android.
  • Dalam 20 daftar teratas serangan, tercatat juga bahwa malware dalam iPhone mewakili 6% dari total infeksi yang ada. Hal tersebut juga pertama kali dalam sejarah catatan riset yang dirilis perusahaan, malware berbasis iOS, seperti XcodeGhost dan Flexispy ada dalam posisi teratas.
  • XcodeGhost terdeteksi menyelinap dari aplikasi yang disuntikkan pengembang, sistem tersebut masuk daam software Development kit yang kebanyakkan dihadirkan pengembang China. Sehingga aplikasi tidak terdeteksi oleh sistem keamanan toko layanan App Store, dan bisa bebas didistribusikan.
  • Malware dalam ponsel kian hari tercatat semakin canggih, sehingga sistemnya bisa bertahan lama dalam perangkat. Bahkan teknik penghapusan sederhana dari sistem, atau melakukan reset factory tidak bisa membantu banyak.